Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj merasa prihatin atas terjadinya krisis politik dan kemanusiaan yang terjadi di Libya sehingga menimbulkan banyak korban jiwa.
“Kita sangat prihatin atas situasi seperti ini dan bisa menjadi pelajaran bagi kita agar jangan sampai peristiwa yang sama terulang di Indonesia,” katanya, Kamis (24/2).<>
Mengenai banyaknya korban jiwa, ia yakin hal ini disebabkan oleh komunikasi yang macet antara pemerintah dan rakyat.
“Semoga kepemimpinan di Arab lebih maju setelah melampaui krisis-krisis ini,” tandasnya.
Kang Said menyatakan bahwa bangsa Indonesia harus bersyukur bahwa Indonesia sekarang jauh lebih maju dalam kesadaran politiknya dibandingkan dengan para pemimpin di Arab yang sebagian besar ingin berkuasa sampai mati.
“Hubungan baik antara pemerintah dan rakyat di Indonesia harus terus dijaga, jangan sampai apa yang terjadi di Arab menimpa kita,” tandasnya.
H Iqbal Sullam, salah satu ketua PBNU menambahkan sebaiknya Liga Arab turut tangan dalam membantu menyelesaikan krisis kemanusiaan di Libya. Ia juga menyangkan terlibatnya legion asing yang menjadi salah satu sebab banyaknya korban manusia. (mkf)
Terpopuler
1
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
2
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
3
Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
4
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
5
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
6
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
Terkini
Lihat Semua