Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Syaiful Bahri Ansori menyesalkan aksi perusakan kantor Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Jakarta, Selasa (18/3) kemarin, oleh kadernya sendiri.
"Kami sangat menyesalkan tindakan anarkis itu. Apapun alasannya, sebagai mahasiswa, tak pantas mereka melakukan hal seperti itu," kata Syaiful di Jakarta, Selasa (18/3) kemarin.<>
Peristiwa kekerasan itu, katanya, mau tidak mau mengimbas pada NU, karena meski secara organisasi tidak ada kaitan antara NU dengan PMII, namun masyarakat tahu PMII berbasis mahasiswa NU.
"Ini akan jadi stigma kurang baik. Anak-anak NU, kok seperti itu," kata mantan ketua umum PB PMII setelah periode kepemimpinan Muhaimin Iskandar itu.
Sebelumnya, sejumlah anggota PMII asal Sulawesi Selatan mengamuk dan melakukan perusakan kantor PB PMII, tempat mereka menginap, karena kecewa tidak bisa berangkat ke Kongres XVII PMII di Batam.
Akibat ulah mereka, sejumlah kaca pintu dan jendela kantor PB PMII, baik yang berada di lantai satu maupun lantai dua pecah berantakan. Beberapa kursi dan sofa juga dibakar.
Pada kesempatan itu Syaiful juga menyesalkan kinerja panitia Kongres XVI PMII di Batam yang menurutnya tidak baik sehingga ada delegasi yang tidak bisa berangkat, yang salah satu eksesnya adalah peristiwa peruskan kantor PB PMII.
"Panitia harus introspeksi dan harus segera mencari solusi terbaik," katanya.
Syaiful juga mengetuk para alumni PMII agar membantu kader-kader PMII asal daerah yang saat ini "terlantar" di Jakarta untuk mengirim mereka ke Batam atau pulang ke daerah masing-masing. (rif)
Terpopuler
1
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
2
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
3
Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
4
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
5
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
6
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
Terkini
Lihat Semua