PCI NU Malaysia Peroleh Status Badan Hukum Resmi
NU Online · Jumat, 10 Februari 2012 | 05:56 WIB
Kuala Lumpur, NU Online
Pengurus Nahdlatul Ulama Cabang Istimewa Malaysia (NUCIM) yang baru akan dilantik pada bulan Maret 2012 nanti oleh KH Said Aqil Siroj, telah dapat meleburkan ormas ini menjadi ‘NGO’ (Non-Government Organization) resmi di Malaysia.
Tepat pada tanggal 8 Februari Surat Keputusan tersebut diterima oleh Pengurus NUCIM. NGO tersebut bernama “Pertubuhan Nahdlatul Ulama Wilayah Kuala Lumpur dan Selangor”. Meskipun masih berlaku di dua negeri (provinsi), ini menjadi terobosan yang luar biasa dalam memasyarakatkan NU di kancah Internasional, dan dapat dijadikan motivasi oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama yang berada di luar negeri lainnya.
<>
Ketua Tanfidziyah Terpilih, Ahmad Mu’idi Rofi’i, dalam laporannya ke NU Online mengucapkan rasa syukur yang mendalam atas dikeluarkannya Sijil (Surat Keputusan) berdirinya NGO ini. Karena menurut keterangan Ketua NUCIM, untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah Malaysia proses yang dilalui cukup panjang dan sulit.
“Namun berkat do’a dan perjuangan para Masayikh dan ulama pendiri NU terdahulu, motivasi dari PBNU, dan kerja keras penuh dengan keikhlasan seluruh pengurus NUCIM dan warga Nahdliyin di Malaysia, proses tersebut menjadi mudah,” tutur Ahmad.
Ahmad Mu’idi juga menambahkan bahwa dengan memiliki Lembaga yang resmi, faham Alhlussunnah wal Jama’ah dan Islam rahmatan alamin yang diperjuangkan NU selama ini dapat berjalan lancar dan bersinergi dengan masyarakat Muslim di Malaysia. Perjuangan tersebut akan menjadi lebih mudah karena mayoritas penduduk Muslim Malaysia juga menganut paham Ahlusunnah wal Jama’ah.
Sementara itu, Sekretaris Tanfidziyah NU Cabang Istimewa Malaysia Umar Halim menyampaikan, ini adalah langkah awal bagi kepengurusan baru. Ketika diawali dengan hal yang baik, maka ke depannya pengurus NUCIM juga dituntut untuk berjuang lebih baik dan selalu bergerak penuh makna.
Mengingat penduduk Indonesia baik pekerja, pengusaha maupun pelajar di Malaysia lebih dari 2 juta orang, tentu banyak aspek yang dapat dilakukan. NUCIM dapat mengambil peran dan fokus dalam salah satu aspek.
Selain mempererat tali silaturahim dengan warga Indonesia di Malaysia, program-program NUCIM ke depan akan difokuskan kepada 2 aspek. Pertama, pengayaan dan pemahaman nilai-nilai keagamaan di kalangan warga Indonesia di Malaysia. Landasannya adalah masalah sosial di lingkungan warga negara Indonesia sendiri masih sangat memprihatinkan. Ketika ajaran agama dapat mereka pahami dengan baik, maka masalah sosial seperti tawuran antar warga Indonesia, perzinahan dan kumpul kebo sedikit demi sedikit dapat berkurang.
Kedua, pemberdayaan ekonomi mandiri. Dalam aspek ini, NUCIM dituntut untuk dapat menyamakan visi dan misi antara para pengusaha kecil maupun besar dari warga Indonesia yang berada di Malaysia. Tujuannya adalah terjalinnya komunikasi yang intensif sehingga dapat membuka lapangan kerja baru bagi TKI yang sudah habis masa kerjanya.
“NUCIM juga akan selalu menjalin komunikasi dengan pihak kedutaan di Kuala Lumpur, dan tentunya akan menjadi partner yang baik dan berkualitas dalam beberapa bidang,” tandas Umar.
Redaktur: Mukafi Niam
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
3
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
4
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
5
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
6
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
Terkini
Lihat Semua