Sebagian besar tokoh yang muncul di negeri berangkat dari ketekunannya terjun dalam dunia jurnalistik atau media massa. Tokoh NU seperti KH.Abdurrahman Wahid dan KH. Mahbub Junaidi seringkali menuangkan gagasannya melalui karya tulis jurnalistik. Oleh karenanya, pelajar NU seyogyanya bisa mengikuti jejak tokoh tersebut dengan selalu mengembangkan tradisi menulis.
Kegiatan menulis dalam jurnalistik bisa memberikan kontribusi positif bagi diri pelajar maupun orang lain. Selain bisa sebagai media pembelajaran sekaligus sarana untuk mengasah kecerdasan bagi anak didik.
/>
Demikian disampaikan wakil kepala MA NU Hasyim Asy’ari 3 Kudus Muhammad Arifin pada acara pelatihan dasar Jurnalistik yang diadakan OSIS MTs-MA NU Hasyim Asy’ari 3 di Honggosoco Jekulo Kudus, Jum'at (1/4). Kegiatan diikuti 36 pelajar MTs-MA NU Hasyim Asy’ari 3 Kudus yang disiapkan menjadi team redaksi majalah “kesima hatiku” terbitan madrasah tersebut.
“Dan yang membanggakan, dari jurnalistik telah banyak lahir tokoh-tokoh besar. Ini yang harus diikuti pelajar NU," ujar alumnus STAIN Kudus ini.
Kegiatan training jurnalistik di madrasah, menurut Arifin, bertujuan agar siswa memiliki kemampuan dan bekal ketrampilan menulis karya jurnalistik sekaligus mampu mengelola majalah tahunan yang diterbitkan oleh madrasah.
“Latihan ini sekaligus untuk menggembleng siswa-siswi agar semangat dan bisa meneruskan menerbitkan majalah tahunan madrasah sini,”harapnya kepada peserta training jurnalistik.
Pelatihan jurnalistik yang berlangsung 2 hari (31/3 – 1/4) ini mendapat perhatian para siswa-siswi madrasah tersebut. Dengan didampingi fasilitator dari NU Online Qomarul Adib dan pegiat pers kampus Ahmad Zainal, peserta antusias menerima materi dasar jurnalistik. Apalagi saat praktek membuat majalah bayangan, peserta yang dibagi beberapa kelompok bersemangat dan berlomba-lomba mengerjakannya.
“Pelatihan ini sangat menarik dan mengesankan , banyak pengalaman baru tentang dunia jurnalistik yang kita terima. Semoga saja, hasil pelatihan ini bisa diterapkan temen-temen menerbitkan majalah madrasah,” kesan salah satu peserta Noor Kumala penuh harap. (adb)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
3
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Jelang Muktamar Ke-35 NU, PBNU Bakal Cek Kesiapan Lokasi dan Istighotsah Terbatas di Jombang pada 20 Agustus 2026
6
Iuran Lomba 17 Agustus: Gotong Royong atau Justru Bisa Jadi Judi? Ini Batas Hukumnya
Terkini
Lihat Semua