Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan pada Sidang Itsbat 31 Agustus
NU Online · Ahad, 17 Agustus 2008 | 20:21 WIB
Pemerintah baru akan menetapkan tanggal 1 Ramadhan 1429 H pada sidang itsbat atau sidang penetapan awal bulan yang akan diselenggarakan pada 31 Agustus mendatang bertepatan dengan 29 Sya’ban 1429 H.
Sidang istbat dimulai pada sore hari, dan diikuti oleh anggota Badan Hisab dan Rukyat, perwakilan organisasi-organisasi islam dan pakar astronomi. Keputusan sidang istbat baru bisa didapat pada petang hari usai shalat magrib, atau tepatnya usai diadakan rukyatul hilal bil fi’li (melihat bulan sabit) di semua titik di Indonesia.<>
Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Prof. Dr. Nasaruddin Umar di Jakarta, Kamis (14/8) mengatakan, persoalan penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah dipandang perlu adanya campur tangan pemerintah (ulil amr).
Dikatakannya, penentuan awal bulan-bulan penting bagi umat Islam itu sudah menyangkut persoalan kemasyarakatan dan dalam kajian fikih campur tangan pemerintah diperlukan untuk mencapai kemaslahatan umum.
Dalam praktiknya, beberapa elemen masyarakat Islam juga dilibatkan oleh pemerintah dalam penentuan awal Ramadhan memlalui mekanisme sidang itsbat.
Menanggapi keputusan salah satu ormas Islam yang menetapkan bahwa awal Ramadhan melalui perhitungan hisab hakiki wujudul hilal jatuh pada 1 September, Nasaruddin menghargai keputusan itu.
Namun demikian menurut dia, keputusan yang mengikat bagi masyarakat muslim di Indonesia tetap dilakukan setelah sidang itsbat oleh pemerintah dalam hal ini Departemen Agama.
Bisa Dirukyat
Dirjen menambahkan, berdasarkan beberapa metode hisab yang ada diperoleh data bahwa ketinggian hilal saat pengamatan pada akhir bulan Syaban mencapai angka 3 derajat di atas ufuk, di bagian barat. Sedangkan di bagian timur 5 derajat diatas ufuk.
"Kemungkinan hilal bisa dirukyat," kata Dirjen seraya berharap pada saat pengamatan nanti langit di tanah air dalam kondisi yang cerah. "Tapi kalau cuaca mendung bisa mengundang masalah, sebab bisa terhalang. Kalau cerah dengan mata telanjang saja terlihat," ujarnya. (nam)
Terpopuler
1
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
4
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
5
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
6
Mulai 1 Juli 2026, Kemenhaj Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus ke Terminal 2F
Terkini
Lihat Semua