Pemkot Semarang Berencana Bentuk Konsorsium Zakat
NU Online · Selasa, 9 Desember 2008 | 11:14 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah, berencana membentuk konsorsium zakat. Tujuannya menyelaraskan program kerja pemkot dan fokus tiap amil zakat.
Demikian dikatakan Mahfudz Ali, Wakil Wali Kota Semarang yang juga ketua Badan Amil Zakat (BAZ) setempat, pada Seminar dan Lokakarya Zakat di Vina House, belum lama ini. demikian dilaporkan Kontributor NU Online, Rosidi Eros.<>
Ia menjelaskan, potensi zakat, infak dan sedekah diperkirakan jauh lebih besar dari pendapatan asli daerah (PAD) Kota Semarang. Namun, hal itu tidak terkelola dengan baik.
“Hingga kini lembaga zakat masih bergerak sendiri-sendiri. Lewat konsorsium zakat, pengumpulan dana pemanfaatan dana ZIS, bisa lebih maksimal. Di sisi lain, penanganan kemiskinan bisa dilakukan bersama-sama dan simultan oleh lembaga amil zakat, supaya tidak terjadi overlapping,” katanya.
Menurut Mahfudz, potensi dana zakat di Semarang diperkirakan mencapai Rp 85 miliar hingga Rp 124 miliar. Asumsinya, penduduk Semarang yang beragama Islam berjumlah 1,4 juta jiwa atau sekitar 415 ribu KK.
Jika 30 persen penduduk beragama Islam menyerahkan Rp 684.550 per tahun, sesuai hasil survei Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC), maka diperoleh dana zakat mal Rp 85,33 miliar.
“Jika setiap muzakki menyerahkan Rp 1 juta, seperti data yang dirilis PKPU Jateng, dana zakat mal mencapai Rp 124 miliar. Potensi itu mencapai 58 persen PAD Kota Semarang tahun 2008, tercatat sebesar Rp 236,2 miliar,” tegas Mahfudz. (rif)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jangan Putus Asa Mencari Rezeki Halal Saat Ekonomi Sulit
2
Khutbah Jumat: Bahaya Dengki terhadap Keluarga dan Tetangga
3
Berikut Daftar Wakil Rais Aam PBNU Periode 2026-2031 Beserta Bidangnya
4
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Kepala BNPB, dan Pimpinan Badan Pengelola Gambut
5
Gus Ipul: Jangan Campuradukkan Muktamar NU dengan Persoalan Lain
6
Khutbah Jumat: Pentingnya Membantu Korban Kebakaran Hutan dan Lahan
Terkini
Lihat Semua