Jakarta, NU Online
Banyaknya permasalahan yang timbul di tengah-tengah masyarakat ibu kota, termasuk seringnya konflik tawuran antar warga tidak akan terjadi jika masyarakat tetap berpedoman pada nilai-nilai agama. Karenanya, penyelesaian konfliknya pun tidak hanya berdasarkan dari aparat semata, tapi juga mengacu lewat pendekatan agama.<>
"Sering terjadi perseteruan dan perbedaan pendapat yang berakibat tawuran di masyarakat. Hal ini dikarenakan, masyarakat lebih mengedepankan emosi daripada tata moral dan ajaran agama dalam bertindak," kata Fadjar Panjaitan, Sekda Provinsi DKI Jakarta saat membuka seminar keagamaan di Jakarta Islamic Center (JIC) Jakarta, Selasa (31/1).
Menurutnya, banyak aspek yang menimbulkan adanya kerawanan sosial seperti perkelahian, yang dipicu faktor lingkungan dan kebutuhan, yang berakhir dengan kekerasan.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah berusaha mengundang para pemuka agama dan tokoh masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan sosial di wilayah itu, dan kami juga sudah membuat posko bersama untuk menyelesaikan konflik itu," ujarnya.
Ketua Panitia Seminar, Rakhmad Zailanikiki, menambahkan pihaknya ingin agar masyarakat lebih mengedepankan pendekatan keagamaan dalam berperilaku dibandingkan mendahulukan emosi saja.
"Jika ada permasalahan atau perbedaan sesama umat jangan dibesar-besarkan, tetapi dicari titik temunya untuk menyelesaikan konflik," ungkapnya.
Penulis : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua