Peneror bom terhadap Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kamis (4/12) siang, rupanya berkarakter pendiam dan tak banyak bicara. Pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya itu, dalam ancaman lewat teleponnya, hanya bicara tiga kalimat.
āHati-hati. Di belakang Anda ada bom. 3 menit lagi meledak,ā kata Lina, penerima telepon teror bom tersebut, menirukan perkataan sang peneror. Kepada NU Online, ia mengatakan, suara sang peneror adalah suara seorang laki-laki.<>
Linaāstaf pada Lembaga Pelayanan Kesehatan NU yang berkantor di lantai 7 gedung PBNU ituāmenuturkan, sang peneror mengulangi kalimatnya hanya dua kali. Setelah itu, telepon ditutup.
āHanya ngomong gitu. Lalu teleponnya ditutup,ā ujar Lina seraya menambahkan bahwa sanga peneror meneleponnya pukul 13.15 WIB.
Tanpa pikir panjang, ia pun melaporkan ancaman teror tersebut pada pihak keamanan gedung yang kemudian diteruskan ke Markas Kepolisian Resor Jakarta Pusat yang tak jauh dari kantor PBNU.
Dua jam kemudian, Tim Gegana Satuan Brimobda Metro Jaya tiba di lokasi dan menyisir seisi gedung. Tim Gegana tak menemukan benda mencurigakan yang diduga bom. Seluruh pegawai di gedung itu yang sebelumnya keluar, akhirnya dipersilakan masuk kembali. (rif)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua