Jakarta, NU Online
Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dr Bayu Krisnamurti menegaskan bahwa jumlah umat Islam di dunia yang mencapai 1,5 Miliar orang, merupakan pasar yang luar biasa bagi pemasaran produk halal. Â Produk halal Indonesia sangat berpotensi untuk dikembangkan agar bisa berperan dalam pasar global produk halal.<>
"Terlebih lagi Indonesia mempunyai standar kehalalan produk yang handal dan mendapatkan pengakuan Internasional. Kita punya potensi untuk mengembangkan produk halal baik itu makanan, obat sampai kosmetika, karena kita punya kekayaan bahan bakunya," kata Bayu dalam pertemuan tahunan dan Workshop World Halal Food Council (WHFC) di Hotel Gren Melia Jakarta, Senin (15/1).Â
Menurut Bayu, dalam upaya menggarap pasar produk halal di tingkat dunia, Indonesia juga mendapat pesaing dari negara-negara non muslim, yang lebih dahulu mengantisipasi pasar tersebut.
"Jepang, Singapura, AS serta Inggris sudah lebih dulu mengekspor produk halal mereka ke negara-negara muslim. Hal ini karena negara-negara tersebut menilai bahwa pasar di negara muslim sangat potensial, dan makanan halal adalah makanan yang baik bagi yang berkualitas bagi semua orang, tak hanya bagi orang Islam," papar Bayu.
Indonesia sebagai negara muslim terbesar, menurut Bayu harus bisa mengembangkan produk halal untuk bisa mengisi permintaan pasar domestik, serta pasar dunia. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan sudah memposisikan produk halal dalam perspektif ekonomi yang sangat menjanjikan, disamping perspektif religius.
Berkaitan dengan hal tersebut, Kemendag akan merancang program-program untuk lebih mengembangkan pemasaran produk halal Indonesia.
Redaktur : Syaifullah AminÂ
Terpopuler
1
2.500 Alumni Ikuti Silatnas Iktasa di Istiqlal Jakarta, Teguhkan 3 Fungsi Utama Pesantren
2
Akademisi Soroti Gejala Pembusukan Demokrasi yang Kian Sistematis Sejak Era Jokowi ke Prabowo
3
War Haji, Jalan Pintas yang Berpotensi Sengketa
4
MBG dan Larangan Pemborosan dalam Islam
5
Ketua Umum PBNU Apresiasi Gencatan Senjata AS-Iran, Harap Berlangsung Permanen
6
PBNU Soroti Wacana War Tiket Haji, Harus Dikaji Matang, Tekankan Aspek Keadilan Jamaah
Terkini
Lihat Semua