Penuhi Undangan PBNU, PKNU Jelaskan Kisruh DPT di Pileg
NU Online · Kamis, 7 Mei 2009 | 10:36 WIB
Pimpinan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) memenuhi undangan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), di Jakarta, Kamis (7/5) siang. Mereka yang hadir, antara lain, Choirul Anam (Ketua Umum), Idham Cholid (Sekretaris Jenderal), Khudri Sitompul (Ketua) dan Abdullah Mufid (Wakil Sekjen).
Dalam kesempatan itu, Choirul Anam menyampaikan beberapa hal terkait Pemilu Legislatif (Pileg) lalu dan menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) pada Juli mendatang. Salah satu di antaranya adalah masalah dugaan rekayasa Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pileg.<>
Ia mengatakan, kasus tersebut telah mencederai demokrasi. "Pemilu legislatif lalu itu tak bisa dipercaya hasilnya," kata Anam di hadapan Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, dan sejumlah petinggi PBNU lainnya.
Menurut dia, salah satu penyebab rusaknya suara PKNU adalah ‘permainan’ DPT. Akibatnya, banyak pemilih PKNU yang tak menggunakan hak pilih. "Jadi, banyak nama pemilih yang orangnya enggak ada, fiktif semua," jelasnya.
Masalah seperti itu, kata dia, sebenarnya telah diketahui jauh hari sebelum Pileg berlangsung, yaitu saat Pemilihan Kepala Daerah Jatim pada akhir 2008 lalu. "DPT Pilkada Jatim yang dengan DPT Pileg itu, sama. Sebenarnya, gubernur Jatim itu, ya Khofifah," tandasnya.
Pihaknya, imbuh dia, cukup memiliki bukti-bukti kecurangan dalam penghitungan suara, terutama soal penggelembungan suara yang terjadi merata di semua daerah. "Kami punya data-datanya," ungkapnya.
Pada bagian lain, Anam juga menyatakan komitmen partainya terhadap NU. Apalagi PKNU merupakan partai politik yang dihuni kiai sepuh NU. "Kalau komitmen PKNU ke NU, sudah jelas. Bahwa PKNU adalah partainya orang NU," katanya. (rif)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
2
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
3
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
4
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
5
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
6
Khutbah Jumat: Sebelum Memilih dan Memutuskan, Bertanyalah kepada Allah melalui Istikharah
Terkini
Lihat Semua