Jakarta, NU Online
Peranan Bulog sebagai pengaman stabilitas pangan di Indonesia perlu direvitalisasi kembali seperti dimasa lalu yang telah berhasil mengamankan kebutuhan pokok bagi rakyat Indonesia.
Demikian dikatakan oleh Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Subiakto Tjakrawardaya mensikapi seringnya terjadi kelangkaan dan mahalnya berbagai kebutuhan pokok seperti minyak goreng, tepung teligu, kedelai dan lainnya.
“Jangan sampai menteri yang jualan minyak goreng, ini melanggar mekanisme pasar, biarkan bulog sebagai perusahaan yang mengurusinya,” tuturnya.
Peranan bulog banyak dipangkas oleh IMF pada masa krisis moneter yang dialami Indonesia. Lembaga ini dianggap sebagai sarang korupsi yang merugikan keuangan negara. “Kalau memang banyak tikusnya, jangan sampai lumbungnya yang dibakar,” paparnya.
Dikatakan oleh Mantan Menteri Koperasi ini bahwa bulog dapat memerankan diri sebagai trading house yang nantinya membantu para produsen hasil pertanian untuk menjual produknya.
Bulog telah memiliki infrastruktur yang sangat memadai yang tidak dimiliki oleh lembaga lainnya seperti gudang yang tersebar diseluruh Indonesia, SDM, sampai dengan dukungan yang diberikan pemerintah sehingga peran penjaga stabilitas pangan ini akan maksimal.
Ditambahkannya, dukungan pengembangan perekonomian bagi masyarakat juga harus diberikan oleh BRI yang juga memiliki jaringan dan sudah dikenal oleh masyarakat sampai di tingkat pedesaan. (mkf)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
5
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
6
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar: Tugas Pengurus Merangkul Semua Elemen, Meningkatkan Kualitas Nahdliyin
Terkini
Lihat Semua