Peran Ulama dalam Pembangunan Jangan Dianggap Sepele
NU Online · Rabu, 30 Mei 2007 | 23:19 WIB
Bandung, NU Online
Peran ulama dalam proses pembangunan Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak bisa dianggap sepele. Pemerintahan baru KBB harus menempatkan tokoh agama sesuai tugas serta fungsinya untuk meyakinkan masyarakat bahwa pembangunan yang direncanakan bertujuan mensejahterakan masyarakatnya.
"Pemerintah bisa meminta nasihat ulama dalam setiap proses pembangunan agar program pembangunan itu berjalan lancar, tepat sasaran, dan memperoleh ridho Allah SWT," ujar tokoh agama terkemuka Padalarang, KH Badrul Munir Fathoni kepada pers di Bandung, Rabu.
Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jannah, Kertajaya, Padalarang itu mengungkapkan bahwa posisi strategis ulama harus dimanfaatkan pemerintah dengan baik.
Diharapkannya, para pemimpin KBB dapat lebih mengedepankan akhlak, karena kesalehan akhlak menjadi salah satu modal utama menuju pembangunan sesuai dengan yang dicita-citakan.
Tokoh ulama lainnya dari Rongga, KH Alit Munawar memandang peran sentral ulama harus ditangkap dengan benar oleh pemerintah baru. "Jangan sampai pemerintah menjauhkan diri dari ulama. Ingat, ulama adalah tokoh berpengaruh di masyarakat. Kepada ulama lah masyarakat biasa mengadukan permasalahannya," tandas dia.
Diimbaunya, siapapun pemimpin KBB agar dapat melibatkan ulama dalam mewujudkan berbagai pembangunan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk kemaslahatan umat.
Menurut dia, pemerintah dan ulama itu sebenarnya tidak dapat dipisahkan. Jika pemerintah baru KBB berupaya menjaga jarak dengan ulama, percayalah berbagai program pembangunan tidak akan mencapai kemaslahatan.
Bagaimanapun, tukasnya, pembangunan serta pengembangan kawasan KBB harus dilaksanakan oleh pemerintah serta elemen lainnya dengan berlandaskan pada ketaqwaan terhadap Allah SWT dengan senantiasa mewujudkan kerukunan hidup berbangsa dan bernegara. (ant/din)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
5
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua