Poppy Darsono, anggota DPD Provinsi Jawa Tengah mengatakan perempuan diharapkan mandiri secara ekonomi. Demikian diuraikan perempuan bernama lengkap Poppy Susanti Darsono dalam Pagelaran Seni Budaya Rakyat dan Diskusi Publik “Menolak Kekerasan Terhadap Perempuan” yang diselenggarakan We Can Jepara di Graha Sekar, Jepara, Kamis (23/12) kemarin.<>
Menurutnya, mandiri diartikan meski laki-laki (suami) telah bekerja untuk menafkahi keluarga tetapi perempuan pun juga bekerja sesuai dengan kemampuannya. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang biasanya dilakukan oleh suami kepada anak dan istri.
“Sebagai istri harus bekerja semampunya. Agar tidak dilecehkan suaminya,” kata Poppy yang juga ketua Yayasan Bina Bangsa Unggul.
Pembicara lain, Ine Nuroniya dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) kabupaten Jepara menyatakan di lembaganya terdapat Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Mutiara. Lembaga itu, jelasnya untuk mengadukan KRDT yang dilakukan suami.
Sementara, Bupati Jepara, Hendro Martojo dalam sambutannya mengungkapkan tahun 2010 di kabupaten Jepara terdapat 89 kasus KRDT padahal tahun sebelumnya hanya 59 kasus. Sehingga, melalui sosialisasi dan pemahaman yang dilakukan para aktivis perempuan diharapkan bisa mengurangi angka kekerasan pada tahun yang akan datang.
Hadir pula pada kesempatan itu, Nurul Huda, anggota DPRD Jepara dan fungsionaris Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan Mulyadi dari LBH NU kabupaten Jepara. (qim)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Rezeki Sudah Ditakar, Tak Akan Tertukar
2
Khutbah Jumat: Hikmah Mengingat Kematian dalam Islam
3
Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU, Pesantren Tambakberas Gerak Cepat Siapkan Fasilitas
4
Khutbah Jumat: Keluarga sebagai Madrasah Pertama
5
Khutbah Jumat: Jangan Gadaikan Kejujuran demi Kepentingan Dunia
6
Sejarah Berdirinya Pesantren Tambakberas Jombang, Kembali Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
Terkini
Lihat Semua