Persoalan Beda Cara Berdoa Tak Perlu Disebut Bid’ah
NU Online · Rabu, 21 Januari 2009 | 10:15 WIB
Persoalan berbeda cara berdoa di kalangan umat Islam, tak perlu disebut-sebut sebagai perbuatan bid’ah atau mengada-ada dalam beribadah. Demikian pula dengan cara berdoa di kalangan nahdliyin yang lazimnya diawali membaca wasilah (pengertian harafiah: perantara).
Demikian dikatakan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Malang, KH Marzuqy Mustamar, dalam acara bedah buku karyanya berjudul Muqtathafat Lil ahlil Bidayat, di kantor PCNU Jombang, Jawa Timur, akhir pekan lalu.<>
Kiai Marzuki menjelaskan, hakikat berdoa, menggunakan wasilah atau tidak, semuanya sama. Sebab, permohonannya ditujukan pada Allah. ”Jadi, tidak ada alasan untuk mem-bid’ah-kan apalagi mensyirikkan pelaku wasilah,” ujarnya.
Ia menambahkan, keliru jika sebagian kalangan menganggap bahwa berdoa memakai wasilah itu berarti menjadikan seseorang atau sesuatu sebagai tujuan berdoa. Dan, juga tidak berbeda, antara ber-wasilah dengan orang yang sudah meninggal atau yang masih hidup.
“Bedanya, berdoa dengan wasilah dengan yang tidak adalah, jika berwasilah maka berdoanya pakai pengantar dahulu, sedangkan yang langsung, maka langsung berdoa saja tanpa pengantar,” jelasnya, seperti dilaporkan Kontributor NU Online, Yusuf Suharto.
Bedah buku itu digelar atas kerja sama Ikatan Pelajar NU dengan Ikatan Pelajar Putri NU setempat. Hadir sebagai pembedah buku dalam diskusi itu, Ma’shum Zain, Pengurus Lajnah Ta’lif Wan Nasyr NU Jombang yang juga penulis buku Landasan Amaliyah Warga NU. (rif)
Terpopuler
1
Berikut Daftar Wakil Rais Aam PBNU Periode 2026-2031 Beserta Bidangnya
2
Habib Umar bin Hafidz Kunjungi PBNU, Ada Tiga Agenda di Dalamnya
3
Gus Ipul: Jangan Campuradukkan Muktamar NU dengan Persoalan Lain
4
Khutbah Jumat: Jangan Putus Asa Mencari Rezeki Halal Saat Ekonomi Sulit
5
Khutbah Jumat: Hak atas Udara Bersih untuk Menjaga Kesehatan Pernapasan
6
BNPB Sebut 639 Hektare Lahan Masih Terbakar di Enam Provinsi
Terkini
Lihat Semua