Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, dalam sejarah pendidikan Islam, madrasah dan pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam utama yang menunjukkan daya juang dan eksistensinya kokoh hingga kini.
Pada Pembukaan Perkemahan Pramuka Akbar Siswa Madrasah dan Santri Pondok Pesantren se-Kabupaten Bekasi di Kecamatan Bojongmangu, Suryadharma menyebut kedua lembaga telah berjasa mengembangkan dan memberdayakan intelektual masyarakat Indonesia.<>
Banyak tokoh besar bangsa Indonesia adalah hasil dari produk kedua lembaga itu, katanya.
Madrasah dan pesantren telah menunjukkan kiprah nyata dalam pembangunan karakter bangsa baik secara kelembagaan maupun secara personal para alumninya.
Seiring dengan waktu, katanya, kedua lembaga itu mengalami transformasi kelembagaan. Ini menjadi konsekuensi logis dari semakin besarnya perhatian masyarakat dan pemerintah terhadap madrasah dan pondok pesantren.
Secara regulatif, lanjut dia, kini kedua lembaga pendidikan Islam itu telah memiliki pijakan eksistensial yang kokoh melalui undang-undang dan peraturan lainnya. Kondisi itu harus dimanfaatkan para pengelola madrasah dan pondok pesantren untuk mengoptimalkan fungsi lembaga tersebut, katanya.
Dalam konteks fungsionalisasi kelembagaan itu, ia melihat kegiatan pramuka yang diselenggarakan di Kabupaten Bekasi itu menjadi hal penting. Terlebih jika dikaitkan dengan pengembangan eksistensi diri, adaptasi lingkungan dan persaingan prestasi dalam kehidupan masyarakat.
Secara substansial, siswa madrasah telah dibekali modal dasar pengetahuan dan pijakan kepribadian yang lebih kuat dari lulusan lembaga sejenis, selain dibekali pengetahuan komprehensif, baik pengetahuan umum maupun pengetahuan agama. (ant/mad)
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh ‘Turun Gunung’ Jelang Muktamar 1984
2
BEM PTNU Se-Nusantara Desak DPR RI Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Kejaksaan demi Perkuat Kepercayaan Publik
3
LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh
4
Ketum PBNU Sebut Tambakberas Jalan Tengah Terbaik untuk Muktamar Ke-35 NU
5
Hukum Memberi Amplop Setelah Shalat Jenazah
6
Kajian Hadits: Bolehkah Orang Fasik Melakukan Amar Makruf–Nahi Mungkar?
Terkini
Lihat Semua