PKB Legowo Meskipun Tak Dibahas di Muktamar NU Makassar
NU Online · Selasa, 30 Maret 2010 | 03:38 WIB
DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim mengaku pasrah kepada NU atas nasib PKB sebagai sayap politiknya, akibat tidak dibahasnya dalam Muktamar NU ke-32. Pasalnya, sebelum pelaksanaan muktamar, PKB memang lebih berharap menjadi ajang evaluasi perjalanan NU secara kelembagaan dibandingkan membahas PKB.
Menurut Ketua DPW PKB Jatim Imam Nahrawi, Senin (29/3), banyak kaum nahdliyin yang menginginkan kembalinya NU untuk mengelola keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial umat, dibandingkan terlibat dalam politik praktis.<>
"Saya sendiri tidak kaget kalau PKB tidak dibahas dalam muktamar, karena ada agenda lebih penting dan besar lainnya yang harus dibahas NU. Saya harapkan NU bisa kembali kepada kejayaan dan kebesarannya mengayomi umat," tuturnya seperti dilansir beritajatim.com.
Selama ini, lanjut dia, ada fakta politik yang menyebutkan para elit di jajaran pengurus PBNU lama terlalu dominan dalam berpolitik praktis, dibandingkan mengurusi bidang lainnya. "Saya kira perlu dievaluasi secara menyeluruh," imbuhnya.
Anggota F-PKB DPR RI ini mengatakan, masih ada agenda muktamar yang lebih mulia daripada sekadar mengurusi PKB. Pasalnya, saat muktamar sebelumnya baik di Lirboyo (Kediri) dan Solo pernah membahas wacana PKB sebagai sayap politik NU dan belum ada keputusan formal ketika itu.
PKB akan menunggu terbentuknya kepengurusan PBNU secara lengkap dan melakukan koordinasi. "Saya akan secepatnya berkonsolidasi dengan PBNU setelah kepengurusan lengkap terbentuk," pungkasnya. (mad)
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh ‘Turun Gunung’ Jelang Muktamar 1984
2
LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh
3
Ketum PBNU Sebut Tambakberas Jalan Tengah Terbaik untuk Muktamar Ke-35 NU
4
Kajian Hadits: Bolehkah Orang Fasik Melakukan Amar Makruf–Nahi Mungkar?
5
Meteor Besar Lintasi Langit Jawa, BRIN Jelaskan Asal Dentuman yang Terdengar
6
Gus Yahya Harap Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas Jadi Landasan Strategis Abad Kedua NU
Terkini
Lihat Semua