Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menyatakan pembangunan gedung baru DPR RI yang akan menelan biaya sebesar 1.6 trilyun dinilainya bukan prioritas pertama. Yang mendesak dilakukan adalah penambahan staff ahli DPR untuk meningkatkan kinerja parlemen.
āDPR butuh tenaga ahli yang banyak untuk menjembatani pembahasan RUU dan meningkatkan kinerja dengan pemerintah,ā katanya seusai memberangkatkan para pemudik di Jakarta, Sabtu.<>
Penambahan fasilitas gedung untuk penambah ruangan dinilainya memang tetap perlu tetapi biaya yang dikeluarkan tidak harus sebesar yang diwacanakan saat ini.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyatakan saat ini pemerintah Indonesia sedang merundingkan tiga hal dengan Malaysia, yaitu masalah perbatasan, tenaga kerja dan working group tentang berbagai persoalan ekonomi, termasuk pertanian.
Upaya bantuan hukum juga dilakukan kepada para TKI yang terancan hukuman mati di Malaysia. Ia menjelaskan ada tiga jenis bantuan yang diberikan, yaitu pendampingan dariKBRI, oleh fihak swasta seperti perusahaan pengerah tenaga kerja atau perusahaan asuransiatau melalui pendekatan khusus yang melibatkan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM dan Kemenakertrans.
Ia berharap rakyat Indonesia mensikapi dengan rasional dan berkepala dingin berbagai persoalan yang mengemuka antara pemerintah Indonesia dan Malaysia. (mkf)
Terpopuler
1
Kiai Zulfa: Yang Sudah Jadi Pejabat dan Menteri Tak Perlu Dipaksa Mimpin NU
2
18 Tahun Bertahan di Tengah Tambang, Warga Kalimantan Selatan Tuntut Keadilan Lingkungan
3
BEM PTNU Se-Nusantara Desak DPR RI Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Kejaksaan demi Perkuat Kepercayaan Publik
4
Kalkulator Waris NU Online: Hitung Hak Ahli Waris dalam Sekejap
5
LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh
6
Warga Makassar Desak Pemerintah Batalkan PSEL: Jangan Tukar Kesehatan Kami dengan Proyek Berisiko Tinggi
Terkini
Lihat Semua