Warta

PMII Kudus Bentuk tim investigasi APBD

NU Online  ·  Senin, 20 Desember 2010 | 08:06 WIB

Kudus, NU Online
Untuk mengawal proses aliran dana dari Anggaran pendapatan dan  belanja daerah (APBD), pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kabupaten Kudus akan membentuk tim investigasi dan advokasi kebijakan publik.

Sebagai upaya menyiapkan tim, sejak Jum’at hingga Ahad (19/12), PMII telah membekali  kader-kadernya melalui pelatihan advokasi dan kebijakan publik yang diselenggarakan di gedung MWC NU Kecamatan Gebog.  <<>br />
Ketua PMII Kudus Amir Faishol mengatakan pembentukan tim investigasi sebagai salah satu upaya pengawasan terhadap penggunaan APBD yang ditentukan legislative bersama eksekutif.

“Untuk kepentingan hidup masyarakat, proses aliran penggunaannya harus terus dikawal maupun diawasi. Sebab dikhawatirkan ada penyelewengan yang berdampak negative bagi masyarakat,” ujar amir kepada NU Online disela-sela acara pelatihan advokasi.

Banyaknya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, menurut Faisol, disebabkan pemerintah belum berani mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pelaksanaan penentuan dan penggunaan anggaran tersebut.

“Berdasar catatan PMII, realisasi APBD 70 persen dihabiskan untuk belanja rutin pegawai. Sedangkan sisanya hanya 30 persen yang bias dirasakan masyarakat. Ini yang akan menjadi tugas tim nanti,” tegasnya lagi.

Sementara itu dalam pelatihan advokasi, sekitar 40 kader PMII Kudus mendapat wawasan mengenai proses penentuan anggaran dan pelaksanaannya. Sebagai fasilitator pelatihan, PMII mengundang aktifis dari LSM Fitra Jakarta.

“Dengan memahami anggaran dan prosesnya, kader PMII harus memiliki kepekaan dalam pengawasan terhadap anggaran negara,” harap Amir Faisol.(adb)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang