Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyambut baik fatwa haram infotainment yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia dalam Musyawarah Nasional (Munas) MUI di Jakarta hingga Selasa (27/7) kemarin. Fatwa soal infotainmet ini juga sudah pernah disampaikan oleh Nahdlatul Ulama (NU) dalam Munas di Surabaya pada 2006 lalu.
"Kami dari PWI menyambut baik, karena pada dasarnya fatwa yang disampaikan MUI sudah sesuai dengan kode etik jurnalistik," jelas Ketua Departemen Bidang Infotainment PWI Pusat, Farid Iskandar di Jakarta, Rabu (28/7).<>
Dijelaskan Farid, dengan adanya fatwa yang digodok Komisi C MUI itu akan semakin memudahkan kinerja PWI dalam menata kinerja pers. "Kami membuka pintu bagi MUI karena membantu kami menata kinerja wartawan. Dengan begitu hanya infotainment yang mematuhi kode etik jusrnalistik saja yang akan diakui," ujar Farid.
Sementara menurut Wakil Ketua Departemen Bidang Infotainment PWI Pusat, Hans Miller, fatwa haram infotainment harus ditilik dengan bijak oleh pelaku media.
"Kami akan mengambil itu sebagai pelajaran, banyak hal yang kita harus yakini dan perbaiki. Kami harus merasa bangga jika banyak orang yang membicarakan infotainment karena mereka sayang sama kami," tutur Hans.
Berkait dengan pelajaran positif yang sudah sepatutnya bisa diterima, lanjut Hans, memasuki bulan Ramadan tahun ini infotainment akan segera membenahi kemasannya.
"Teman-teman di infotainment juga sepakat bahwa bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri. Itu yang akan kami buktikan," kata Hans Miller. (sam/nam)
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua