PWNU Jatim: Anjuran Golput Tidak Mendidik Masyarakat
NU Online · Selasa, 9 Desember 2008 | 08:30 WIB
Anjuran untuk tidak menggunakan hak pilih alias golput pada pemilihan umum (pemilu) merupakan tindakan yang tidak mendidik masyarakat. Sebab, pemilu merupakan bagian dari upaya mencari pemimpin bangsa atau umat yang lebih baik.
Demikian dikatakan Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Abdi Manaf, di Surabaya, beberapa waktu lalu. “Praktik anjuran golput sangat tidak mendidik,” tandasnya.<>
Ia menjelaskan, bila semua masyarakat mengambil sikap golput, maka akan sangat membahayakan. Sebab, nanti akan berlaku hukum rimba karena tak ada pemimpin, tak ada hukum yang berlaku.
Manaf mencontohkan di zaman Rasulullah Muhammad. Ada tiga orang yang tengah melakukan perjalanan jauh. Lalu, diperintahkan salah seorang dari ketiganya untuk menjadi pemimpin dalam perjalanan tersebut. “Para kiai sudah paham, sebab ada di haditsnya,” terangnya.
Ia mengingatkan semua pihak agar dalam penetapan hukum agama, harus dihindari kepentingan politik praktis sesaat. Menjelang dan saat pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah, banyak terjadi ‘penggiringan’ terhadap masalah hukum agama.
“Perlu dipahami pula secara keseluruhan oleh warga NU bahwa mencari pemimpin itu hukumnya wajib dan telah diputuskan dalam Muktamar,” tutur Manaf. (yan)
Terpopuler
1
Pengumuman 50 Mahasantri Ma'had Aly Penerima Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35
2
Warga NU Bekasi Raya Padati Kajian Qanun Asasi KH Hasyim Asy'ari
3
Unusia Buka Beasiswa Cahaya Pintar untuk Program Sarjana dan Magister
4
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami?
5
Hasil Muktamar Ke-35 NU Segera Disosialisasikan ke PWNU dan PCNU
6
Ketua Umum PBNU Terima PP IPNU-IPPNU, Kongres November Diminta Respons Tantangan Era AI
Terkini
Lihat Semua