PWNU Jatim: Perbedaan Bisa Diselesaikan dengan Dialog
NU Online · Senin, 21 Februari 2011 | 13:38 WIB
Keyakinan agama merupakan hal yang asasi bagi setiap manusia yang tidak bisa dipaksakan kepada orang lain. Karenanya, masyarakat tidak boleh memaksakan kehendak kepada masyarakat lainnya.
Demikian dinyatakan Ketua Tanfidyah PWNU Jatim KH Hasan Mutawakil Alallah kepada wartawan di kantornya, Jl. Masjid al-Akbar Timur Surabaya, Senin (21/2). Hasan menghimbau agar masyarakat bisa menahan diri dan tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis.r />
"Perbedaan pandang keyakinan hanya bisa diselesaikan dengan dialog dan hasil yang diperoleh bisa kemufakatan. Bagi NU, faham yang dikembangkan Jamaah Ahmadiyah adalah menyimpang dari ajaran Islam," tegas Hasan.
Lebih lanjut Hasan mengungkapkan, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengeluarkan delapan butir pernyataan sikap soal tindak kekerasan atas nama agama yang terjadi akhir-akhir ini dan pelarangan ajaran Ahmadiyah.
PWNU Jatim menyerukan kepada warga NU agar menjauhi dan berusaha sekuat tenaga meluruskannya bilhikmah, mauizoh hasanah, wajadilhum billati hiya ahsan, serta menjauhi cara-cara kekerasan.
"Setiap warga NU dan komponen masyarakat di Jatim mempunyai kewajiban menjaga keamanan dan kenyamanan. Serta, sejauh mungkin menghindari hal-hal yang menyebabkan perpecahan," tuturnya.
PWNU juga meminta pemerintah daerah dan aparat keamanan menindak tegas setiap pelaku pelanggaran hukum dan hal-hal menimbulkan keresahan di antara warga.
"Terhadap peristiwa tindak kekerasan yang terjadi di Ponpes Alma'hadul Islam Yayasan Pesantren Islam Beji, aparat polisi harus tegas dan adil. Usut tuntas dan proses hukum, baik pelaku kekerasan maupun yang menyulut atau memancing terjadinya kekerasan," imbuhnya.
Mengenai SKB Kementerian Agama, Kemendagri dan Menkopolkam tentang Ahmadiyah, pihaknya meminta pemerintah melaksanakan tegas, baik pelarangan kegiatan Ahmadiyah maupun tindakan terhadap tindak kekerasan yang dilakukan siapapun. (ful)
Terpopuler
1
Innalillahi, Prof KH Syukron Makmun Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta Wafat
2
Gus Faiz Ceritakan Wasiat dan Keinginan KH Syukron Makmun sebelum Wafat
3
Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Pesantren Miftachussunnah dan Tebuireng
4
Berita Duka dari Yogyakarta, KH Muhammad Nasikh Ridwan Wafat pada Usia 65 Tahun
5
KH Syukron Makmum dan Daarul Rahman-nya
6
Ketum GP Ansor: Keteladanan KH Abbas Buntet Layak Diabadikan sebagai Pahlawan Nasional
Terkini
Lihat Semua