Rahasia Tidur Gus Dur tapi Tetap Sadar
NU Online · Rabu, 8 Februari 2012 | 02:14 WIB
Jakarta, NU Online
Soal Gus Dur ditengah-tengah acara dan ketika gilirannya bicara tetap bisa nyambung dalam konteks yang dibicarakan sebelumnya telah membuat heran banyak orang.
<>
Berbagai analisis pun dilakukan, ada yang menganggap ini bukti ilmu linuwih dari Gus Dur sementara yang lain beralasan Gus Dur hanya menduga-duga arah pembicaraan sebelumnya, lalu menyambungkannya. Mereka beralasan ini hanya soal kecerdasan saja, tak ada hubungannya dengan sesuatu yang sifatnya supra natural, apalagi Gus Dur sudah tahu watak orang sehingga bisa memperkirakan arah pembicaraan, ditambah bacaannya banyak, sehingga klop.
Lalu bagaimana jika tema yang dibicarakan sebuah persoalan penting yang tak ada dalam wacana keilmuan, sebuah persoalan kongkrit yang harus dipecahkan bersama?
H Ahmad Bagdja, sekjen PBNU era Gus Dur juga memiliki kisah soal tidur Gus Dur ini ketika memenuhi undangan Wapres Try Sutrisno untuk dimintai masukan pendirian masjid agung Al Akbar Surabaya. Datang memenuhi undangan Rais Aam KH Ilyas Ruhiyat, Gus Dur, Bagdja dan KH Imron Hamzah, rais syuriyah PWNU Jatim.
Ketika Try Sutrisno sedang berbicara, ia melihat Gus Dur tertidur. Karena duduk bersebelahan, lalu Gus Dur dibangunkan, digerak-gerakkan tangannya. Lalu tapi Gus Dur berbisik, “Ya, saya denger kok”
“Tapi ketika giliran Gus Dur bicara, memang bisa nyambung,” kata Bagdja.
Dilain waktu setelah kejadian tersebut, Bagdja pun memberi saran kepada Gus Dur bagaimana agar ketika tertidur, posisi badannya tidak seperti orang yang sedang tidur, atau sebenarnya sedang mendengarkan, tetapi terlihat seperti orang sedang mengantuk, karena bisa membuat suasana tidak enak.
Tapi Gus Dur pun menjawab, “Ente ngak ngerti ilmunya, ada caranya. Ini persoalan membangun kesadaran saja, yang bisa dilatih.”
Ilmu ini, kata Gus Dur, penting untuk bisa istirahat kapan saja. Tidur bagi Gus Dur bukan berarti kehilangan kesadaran.
Sejauh ini, belum ada orang yang mewarisi ilmu Gus Dur yang satu ini dan kalau memang bisa dilatih, bagaimana prosesnya, Gus Dur tak menjelaskan.
“Kalau pun bisa, belum tentu ada yang berani tidur ditengah-tengah acara,” tandasnya.
Penulis: Mukafi Niam
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
3
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
4
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
5
Bakal Caketum PBNU Gus Kikin: Siapa Pun yang Terpilih Jadi Ketum, NU Harus Tetap Rukun
6
Gus Yusuf Maju sebagai Caketum PBNU, Klaim Tak Langgar AD-ART NU
Terkini
Lihat Semua