Pesan AHWA kepada Rais Aam Terpilih: Rangkul Semua Potensi NU
NU Online · Senin, 31 Agustus 2026 | 00:24 WIB
KH Anwar Iskandar saat membacakan hasil musyawarah majelis AHWA di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Ahad malam, (30/8/2026). (Foto: Amar/NU Online)
Nuriel Shiami Indiraphasa
Kontributor
Jombang, NU Online
Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031. Bersamaan dengan penetapan itu, AHWA menitipkan pesan agar Kiai Miftah merangkul seluruh potensi yang ada di tubuh NU.
Pesan tersebut disampaikan anggota majelis AHWA KH Anwar Iskandar saat membacakan hasil musyawarah majelis AHWA di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Ahad malam, (30/8/2026).
“Bahwa kepada Rais Aam terpilih diamanatkan untuk mengajak potensi-potensi yang ada di dalam Nahdlatul Ulama, dalam bentuk apa pun untuk ke depan bersama-sama merawat dan mengurus NU secara bersama-sama,” ujar Kiai Anwar.
Kiai Anwar mengatakan Rais Aam terpilih diamanatkan untuk mengajak seluruh elemen NU, tanpa melihat latar belakang maupun posisi mereka dalam dinamika organisasi sebelumnya, untuk kembali bersama-sama mengurus NU.
Menurut dia, perbedaan yang muncul dalam dinamika organisasi sebelumnya tidak semestinya menjadi penghalang bagi warga NU untuk kembali bekerja bersama. Seluruh pihak, kata Kiai Anwar, perlu diajak mengambil bagian dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
“Sehingga apapun background dalam dinamika organisasi ini, semuanya akan kita ajak. Itu pesan dari AHWA kepada rais aam terpilih,” kata Anwar.
Kiai Anwar menegaskan bahwa ajakan merangkul seluruh potensi NU merupakan amanat AHWA kepada Rais Aam terpilih. “Itu pesan dari AHWA kepada Rais Aam terpilih,” katanya.
Penetapan Kiai Miftah sebagai Rais Aam dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani seluruh anggota AHWA. Sembilan ulama yang menjadi anggota majelis tersebut menyepakati keputusan secara utuh.
Mereka adalah KH Nurul Huda Djazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya atau Waled Nu, KH Baharuddin HS, KH Miftachul Akhyar, KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Abun Bunyamin, KH Anwar Manshur, dan Prof KH Said Aqil Siroj.
Sebagai informasi, sebelum penetapan Rais Aam, anggota AHWA terlebih dahulu dipilih melalui rangkaian Sidang Pleno Muktamar ke-35 NU. Proses pemilihan melibatkan perwakilan dari lebih dari 500 PWNU dan PCNU.
Para perwakilan diminta menuliskan nama ulama yang mereka usulkan sebagai anggota AHWA, kemudian memasukkan surat suara ke dalam enam kotak kaca yang telah disediakan.
Dari proses tersebut, sembilan ulama kemudian ditetapkan sebagai anggota AHWA. Majelis inilah yang selanjutnya bermusyawarah menetapkan Kiai Miftah sebagai Rais Aam PBNU untuk masa khidmah lima tahun ke depan.
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
3
Bakal Caketum PBNU Gus Kikin: Siapa Pun yang Terpilih Jadi Ketum, NU Harus Tetap Rukun
4
Gus Yusuf Maju sebagai Caketum PBNU, Klaim Tak Langgar AD-ART NU
5
LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Sampaikan Terima Kasih dan Minta Maaf
6
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua