Rapat Pleno Bahas Upaya Meringankan Beban Tahlilan
NU Online · Selasa, 9 Agustus 2011 | 21:05 WIB
Probolinggo, NU Online
Salah satu yang di bahas dalam pleno tersebut adalah upaya meringankan beban warga NU dalam mempersiapkan konsumsi ketika melakukan tahlilan.
Diharapkan warga NU selaku sohibul musibah (pihak yang sedang tertimpa musibah) tidak terbebani oleh masalah konsumsi yang harus di sediakan bagi warga yang tahlil.
Demikian salah satu pembahasan dalam Rapat plenu gabungan antara PCNU Kraksaan dan PCNU Probolinggo yang digelar di ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Probolonggo, Senin (8/8).
Upaya meringankan ini dimaksudkan agar warga NU lebih mengutamakan memikirkan tahlilnya dari pada masalah konsumsi yang akan di sajikan.
Sementara itu, Bupati Probolinggo, H Hasan Aminuddin selaku Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dalam sambutannya menyampaikan, saat ini warga NU butuh di sapa oleh para pengurusnya. Oleh karena itu para pengurus hendaknya dapat membuat program yang bisa dirasakan langsung oleh umat.
"Para pengurus juga harus senantiasa instropeksi diri terhadap kekurangan-kekurangan dalam kinerja NU," tutur Hasan dalam dalam acara buka bersama dan sekaligus rapat pleno PCNU Kabupaten Probolinggo dan PCNU Kraksaan tersebut.
Rapat yang digelar di ruang Pringgitan Pendopo kabupaten Probolinggo ini, antara lain dihadiri oleh Rais Suriyah PCNU Cabang Kraksaan, KH Munir Kholili, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan H Nasrullah A. Suja’i, PC Ansor Kabupaten Probolinggo dan PC Ansor Cabang Kraksaan. Serta jajaran pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo.
”Jadikan pleno ini sebagai ajang intropeksi diriterhadap kekurangan yang dilakukan selama ini,” tutur Hasan.
Dalam kesempatan itu H Hasan juga menghimbau untuk melakukan pendataan terkait dengan keberadaan TPQ/Diniyah di Kabupaten Probolinggo. “Putuskan Musholla, TPQ/Diniyah yang benar-benar ada santrinya,” tandasnya.
Redaktur : Syaifullah Amin
Kontributor : Andi Sirajuddin
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
5
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
6
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
Terkini
Lihat Semua