Rapat Syuriyah PBNU Bahas SMS Gelap Kaitkan Lambang NU dengan Khilafah
NU Online · Jumat, 6 Agustus 2010 | 03:08 WIB
Rapat Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kamis (5/8) sore membahas pesan singkat atau SMS gelap yang beredar di kalangan masyarakat. SMS gelap itu mengaitkan lambang NU yang berupa bola dunia dengan sistim khilafah Islamiyah.
Rapat yang diadakan di ruang syuriyah lantai 4 kantor PBNU dihadiri oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri (Gus Mus), Rais Syuriyah KH Masdar Farid Mas’udi, KH Mas Subadar, dan KH Ahmad Isomuddin, Katib Aam PBNU KH Malik Madani dan Katib KH Musthafa Aqil.<>
Menurut Katib Aam PBNU KH Malik Madani, ada pihak-pihak pendukung wacana khilafah islamiyah yang sengaja ingin mencari dukungan kepada NU. Parahnya, SMS itu juga mengaitkan khilafah islamiyah dengan salah seorang tokoh pendiri NU yang menciptakan lambang NU yakni KH Ridlwan Abdullah.
“SMS itu mengaitkan lambang NU dengan khilafah, bahkan menisbatkan khilafah dengan Kiai Ridlwan. Ya mereka mencari-cari dukungan lah. Dikatakan bahwa dengan lambang bola dunia itu berarti pencipta lambangnya mencita-citakankan khilafah, dan tidak kenal negara kebangsaan,” kata Kiai Malik.
Rapat syuriyah mengimbau kepada umat Islam, khususnya warga NU (Nahdliyin) agar tidak menanggapi isu itu terlalu serius. “Kalau perlu ditanggapi ya ditanggapi saja tapi tidak usah ditanggapi terlalu serius, ya misalnya dikatakan saja bahwa itu tidak benar,” katanya.
Selain membahas SMS gelap, syuriyah PBNU juga memanggil dan memberikan arahan kepada pimpinan dua lembaga PBNU yakni Lembaga Takmir Masjid (LTMNU) dan Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWPNU).
Agenda rapat lainnya adalah membahas persoalan Ahmadiyah, terkait kasus yang terjadi baru-baru ini di Kuningan, Jawa Barat. (nam)
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Hukum Senang atas Wafatnya Muslim Lain karena Perbedaan Mazhab, Bolehkah?
4
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
5
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
6
Bahas Konflik Iran, Ketum PBNU Lanjutkan Safari Diplomatik ke Dubes China
Terkini
Lihat Semua