Semarang, NU Online
Peternak sapi di sejumlah peternakan di Jawa Tengah, terutama di Sragen, Boyolali, Sukoharjo, Rembang dan Blora tidak terpengaruh dengan isu penyakit anthrax yang disebarkan pedagang di Jawa Timur. Pengiriman sapi asal Jawa Tengah, masih terus berlangsung ke sejumlah pasar ternak potensial di Jawa Timur, menjelang perayaan Hari Idul Adha ini.<>
Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah Wasiman, Rabu (2/11), mengemukakan, hasil pantuan ke sejumlah peternak sapi ternyata mereka tidak merisaukan himbauan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur yang melarang impor sapi asal Jateng.
Peternak sapi di Boyolali, Riyanto, mengatakan, peternak masih bisa kirim sapi sehat antara 10-20 ekor dalam seminggu ini ke Tuban, Madiun, Bojonegoro, Malang dan Gresik. Hewan sapi itu dipasok untuk memenuhi permintaan pedagang hewan qurban di daerah tersebut.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan provinsi Jawa Tengah, Eko Sutarti mengemukakan, isu anthtrax adalah kekhawatiran yang berlebihan dalam melindungi hewan sapi milik peternak di dalam provinsi sendiri.
Karena perdagangan sapi atau hewan ternak lain standar tetap sama antarsemua provinsi, yakni hewan sapi yang dikirim akan dijual ke luar daerah, selalu dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Bila sapi yang dikirim dilengkapi SKKH yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang, tidak ada alasan pihak mana pun menolak kiriman sapi dari luar daerah.
Redaktur : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
4
Hukum Senang atas Wafatnya Muslim Lain karena Perbedaan Mazhab, Bolehkah?
5
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
6
Bahas Konflik Iran, Ketum PBNU Lanjutkan Safari Diplomatik ke Dubes China
Terkini
Lihat Semua