Pemerintah Arab Saudi diminta untuk bersikap tegas terhadap sindikat atau calo yang memanfaatkan para TKI dan tidak bertanggungjawab sehingga para TKI itu kemudian terlantar dan tinggal di kolong jembatan.
“Saya sudah minta ke (Arab) Saudi agar mereka bertindak tegas kepada yang memanfaatkan TKI non dokumen ini untuk dapat mengatasi masalah sepenuhnya,” kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar seusai rapat koordinasi dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Rabu (26/1/2011).<>
Pemerintah disebut Muhaimin terus melakukan pemulangan para TKI atau WNI yang terlantar di Arab Saudi melalui tiga model pemulangan yakni deportasi yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi, repatriasi yang dilakukan oleh KJRI dan pemulangan yang merupakan kerjasama antara kedua negara dan termasuk kerjasama dengan kerja sama perusahaan asuransi dan PPTKIS.
“Intinya kita terus melakukan pemulangan dan Arab Saudi menanggung sebagian biaya pemulangan karena konvensi internasional mengatakan pemulangan warga negara memang menjadi tanggung jawab kedua negara atau negara asal dan negara tujuan,” ujar Menakertrans.
Tiap hari, Pemerintah Arab Saudi melakukan deportasi kepada 5-10 orang sementara Pemerintah Indonesia mulai dari 1-23 Januari 2011 telah memulangkan total 1.420 WNI dan TKI ke Indonesia. (ant/sam)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
Terkini
Lihat Semua