Siswa Madrasah dapat Manfaatkan Liburan untuk Berwirausaha
NU Online · Rabu, 9 Desember 2009 | 11:12 WIB
Departeman Agama (Depag) Republik Indonesia, dalam hal ini Direktorat Pendidikan Islam, telah merancang program kewirausahaan (entrepreneurship). Program ini akan membuat siswa memiliki kemampuan untuk berkarya nyata dalam keseharian (life skill) dalam berbagai bidang kerja dan usaha.
Demikian dinyatakan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis), Mohammad Ali di jakarta, Rabu (9/12). Menurut Ali, para siswa madrasah dapat memanfaatkan waktu libur untuk berkarya wirausaha.<>
Lebih lanjut, Ali menuturkan, pelatihan wira usaha ini akan diujicobakan pada madrasah di daerah yang ada industrinya, baik kecil maupun menengah. Siswa diajak magang di industri tersebut.
"Selain itu, siswa juga dimotivasi untuk bergerak di bidang agrobisnis, peternakan, border, dan sebagainya. Sebagai contoh, ada pesantren di Pengalengan, Jawa Barat, yang telah berhasil di bidang agrobisnis," jelas Ali.
Depag akan menyediakan sarana dan mendatangkan tenaga pelatih yang berpengalaman untuk mendampingi siswa dalam mewujudkan program kewirausahawan ini.
Diharapkan, ke depan lulusan madrasah telah memiliki life skill, sehingga dapat bersaing dan berdaya guna di masyarakat, tidak lagi menjadi penganggur pendidikan, yang harus melamar pekerjaan.
"Artinya, jangan sampai lulusan madrasah atau pesantren menunggu kerja, apalagi menjadi pembantu rumah tangga di negara orang lain," tandas Ali. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
4
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
5
Data Terbaru Kecelakaan Kereta: 16 Orang Meninggal Dunia
6
Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah
Terkini
Lihat Semua