Sufisme yang tidak terpaku pada persoalan hukum halal dan haram akan menjadi jembatan bagi dialog antar umat beragama. Ajaran para ulama sufi akan menghindarkan umat dari pengkafiran atas sebuah ajaran.
Hal tersebut disampaikan Dr Syafa’atun al-Mirzanah, dosen Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam diskusi bedah buku “When Mystic Master Meet: Paradigma Baru Relasi Umat Kristiani-Muslim” di kampus UGM Yogyakarta, Kamis (19/2), seperti dilaporkan kontributor NU Online Muhammadun.<>
Buku karya Dr Syafa’atun ini berupaya mencari jembatan dialog antar agama. Dalam buku ini, dia mengambil dua tokoh besar sufisme dalam Islam dan Kristien yakni Ibnu Arabi (ulama sufi) dan Meister Eckhart (mistikus Kristen).
Dikatakannya kedua tokoh besar ini berusaha mendekati pemahaman agama, bukan dari ruang eksoteris, tetapi dari ruang esoteris. “Sufisme melakukan kerja beyong-religion, melampuai kerja formal agama,” katanya.
Menurut doktor lulusan Chicago AS ini, sufisme akan memberikan paradigma baru dalam relasi keberagamaan di Indonesia.
Diskusi bedah buku itu juga menghadirkan dosen tasauf UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Kautsar Azhari Noer dan Teolog Universitas Sanata Dharma Yogyakarta JB Banawiratma. (nam)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
3
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
4
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
5
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
6
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Terkini
Lihat Semua