Tak Boleh Masuk Arena, Penggembira Ancam Hijrah ke NU
NU Online · Sabtu, 3 Juli 2010 | 11:15 WIB
Ghirah untuk mengikuti kegiatan muktamar Muhammadiyah sangat besar, baik oleh para muktamirin atau penggembira. Keterbatasan ruang untuk pembukaan di stadion Mandalakrida Yogyakarta seolah-olah tak diperdulikan.
Karena lokasi sudah penuh, petugas keamanan terpaksa menutup pintu stadion, tetapi masih banyak sekali rombongan diluar yang ingin masuk dan menggedor-gedor pintu sambil berteriak meminta petugas memberi toleransi.<>
Berbagai protes dilayangkan kepada petugas, NU Online yang melihat kejadian tersebut mendengar celetukan “Jangan sampai kita keluar dari Muhammadiyah gara-gara pintu,” kata salah seorang penggembira. Sesaat kemudian, pintu dibuka untuk memberi jalan orang agar bisa masuk.
Pintu lalu ditutup kembali karena stadion semakin penuh, namun di luar masih banyak orang yang tetap ingin masuk. Salah seorang yang tampaknya dari Jawa Timur malah mengancam petugas, “Kalau kita tak diizinkan masuk, kita akan pindah ke NU,” katanya. Ancaman ini pun berhasil dan gelombang berikutnya kembali bisa masuk arena muktamar.
Mendengar celetukan seperti itu, salah satu panitia berkomentar, “Wah ini sudah masalah ideologi, untung ngak ngancam pindah agama,” tandasnya.
Sekitar 13.500 orang mengikuti prosesi pembukaan yang berlangsung pukul 09.00-11.30 WIB, sementara puluhan ribu penggembira tumpah ruah di sekitar lokasi stadion, asyik berbelanja pernik-pernik muktamar atau sekedar berjalan-jalan.
Pada acara pembukaan, mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi juga hadir. Ketika namanya disebut oleh Din Syamsuddin sebagai salah satu tamu kehormatan muktamar, aplaus memenuhi stadion.
PCNU Kota Yogyakarta juga mengucapkan selamat atas terselenggaranya Muktamar Muhammadiyah ini dengan memasang spanduk selamat bermuktamar di lokasi-lokasi strategis, baik di sekitar stadion Mandalakrida sebagai tempat pembukaan dan di arena muktamar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). (mkf)
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh ‘Turun Gunung’ Jelang Muktamar 1984
2
BEM PTNU Se-Nusantara Desak DPR RI Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Kejaksaan demi Perkuat Kepercayaan Publik
3
LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh
4
Ketum PBNU Sebut Tambakberas Jalan Tengah Terbaik untuk Muktamar Ke-35 NU
5
Hukum Memberi Amplop Setelah Shalat Jenazah
6
Kajian Hadits: Bolehkah Orang Fasik Melakukan Amar Makruf–Nahi Mungkar?
Terkini
Lihat Semua