Taliban Larang Anak Perempuan Bersekolah, Presiden Berang
NU Online · Sabtu, 27 Desember 2008 | 07:02 WIB
Presiden Afghanistan Hamid Karzai Jumat berang kepada kelompok Taliban di Pakistan selatan menyusul larangan bersekolah dari kelompok itu kepada kaum perempuan. Larangan itu, katanya, tidak Islami dan menindas etnik Pashtun di wilayah itu.
Seorang komandan Taliban di lembah Swat Pakistan sebelumnya melarang anak perempuan bersekolah, dan mengancam membunuh siswa perempuan yang bersekolah setelah 15 Januari.<>
Karzai menyebut tindakan itu "tidak Islami dan tidak manusiawi", lalu menyatakan Afghanistan mengalami ancaman "terorisme" pendidikan di Afghanistan selatan tempat Taliban menancapkan pengaruhnya dengan kuat.
"Berdasarkan hukum Islam dan demi alasan kemanusiaan pada saudara dan saudari Pashtun kami, Afghanistan mengutuk setiap langkah yang akan menciptakan keterbelakangan dan kemalangan suku besar besar itu," katanya.
Sejumlah elemen, melalui larangan-larangan yang dikeluarkannya, ingin mencabut hak anak-anak Pashtun memperoleh pendidikan sehingga mereka tetap melarat, sambung Karzai.
Karzai beretnis Pashtun Afghanistan, suku mayoritas yang sangat berpengaruh dan dominan di perbatasan barat Pakistan tempat Taliban, yang juga sebagian besar beretnis Pashtun, beroperasi.
Pendidikan telah sangat tertinggal di Swat akibat perang tanpa henti antara gerilyawan pimpinan Taliban melawan pasukan pemerintah dengan hanya sedikit sekolah yang masih buka di kota penting di wilayah itu, Mingora.
Daerah itu telah berubah menjadi medan tempur sejak ulama garis keras Maulana Fazlullah, yang punya hubungan dengan gerakan Taliban Pakistan melancarkan serangan hebat pada 2007 demi menerapkan Syariat Islam di lembah itu. (afp/ant/nur)
Terpopuler
1
Jadi Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Komitmen Tak Lupakan PWNU Jatim
2
Kesaksian Ketua PCNU Jombang tentang Sosok Gus Kikin, Harap Rangkul Berbagai Kalangan di PBNU
3
Khutbah Jumat: Jangan Sampai Jabatan dan Harta Melalaikan Kita, Belajar dari Surah At-Takatsur
4
Lima Gunung Api Berstatus Siaga, Aktivitas Anak Krakatau hingga Semeru Masih Terpantau
5
4 Gunung Berapi Indonesia Meletus Dini Hari hingga Pagi Ini
6
432 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan NU Peduli Cilacap untuk Warga Terdampak Kekeringan
Terkini
Lihat Semua