Jakarta, NU Online
Kehancuran negeri Irak bukan sekedar efek samping dari serbuan Amerika Serikat beserta sekutunya. Memang hal itu menjadi sasarn pokok sejak awal. Demikian Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di Jakarta, Kamis (11/1).
Serangan ke Irak itu sejak awal memiliki tiga opsi. Pertama, membunuh Sadam dan menghancurkan rezimnya. Kedua, menghancurkan rakyat dan budayannya. Ketiga, menguras tambang minyak negeri itu.
<>Saat rakyat Irak yang cerdas-cerdas berguguran akibat perang tersebut, malah mereka dijebak dalam perang saudara yang mengerikan antara Sunni-Syiah. Kebudayaan Irak baik pada zaman Islam maupun pra Islam yang sangat kaya raya sebagai warisan dunia yang tak ternilai harganya itu sudah dihancurkan.
“Lalu Irak menjadi rezim baru sebagai boneka AS. Amerika bisa berbuat apa saja, dan sekarang tinggal mengeruk sumber minyak yang ada di sana,” kata Hasyim.
Pemimpin besar Irak Saddam Husein telah dibunuh dengan kejam, namun seperti disaksikan banyak orang, sang pemimpin itu tidak tunduk dan penuh percaya diri menghadapi tiang gantungan sebagai seoramng Hero. Sampai-sampai anak-anak di di sana turut bergantung diri sebagai simpati pada sadam Husein.
“Saddam dianggap bersalah karena membunuh 180 orang pemberontak harus dihukum mati, dan tidak ada grasi untuknya. Protes dunia termasuk dari Vatikan juga diabaikan. Lalu bagaiamana hukuman yang harus diterima Bush karena serbuannya ke Irak telah membunuh 655 ribu jiwa. Dengan dosanya itu Bush mestinya dihukum mati berkali-kali,” seru Hasyim.
Tetapi Dunia ini bukan diatur berdasarkan kebenaran dan keadilan seperti yang kita harapkan. Semuanya diatur berdasarkan kekuatan, siapa yang kuat bisa berbuat apa saja. Semuanya itu bisa di bungkus dengan berbagai misi mulia seperti membela kemanusiaaan, menegakkan demokrasi, membela perdamaian dan sebagainya. “Akhirnya orang percaya,” katanya. (nam)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
4
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua