Tingkatkan Mutu, Sekolah NU di Surabaya Terus Berbenah
NU Online · Jumat, 26 Desember 2008 | 00:01 WIB
Sekolah-sekolah NU di Surabaya dan sekitarnya terus berbenah dalam meningkatkan mutu pendidikannya. Kamis (25/12) kemarin, lebih kurang 50 sekolah di lingkungan NU Kota Surabaya berpartisipasi dalam workshop peningkatan kualitas sekolah dan madrasah di lingkungan NU yang diadakan di Kantor Maarif Cabang Kota Surabaya.
Masing-masing sekolah diwakili 3 orang yakni kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan kepala tata usaha (TU). Kelimapuluh sekolah itu meliputi SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA yang tergabung dalam Maarif dan Pergunu (Persatuan Guru NU) Surabaya.<>
Panitia dan trainer merupakan gabungan dari para pengurus Ikatan Sarjana NU (ISNU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ini dibantu oleh sejumlah dosen dan mahasiswa ITS Surabaya, dan juga para alumni NU Japan.
Menurut Ketua Panitia, Agus Zainal Arifin, tujuan workshop tersebut adalah meningkatkan kualitas sekolah atau madrasah di lingkungan Nahdlatul Ulama.
“Strategi yang dilakukan adalah melalui peningkatan mutu manajemen sekolah, mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif, mengoptimalkan peran serta masyarakat, pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, serta beberapa strategi lain terkait capacity building para stake holder (pemangku kepentingan) sekolah,” kata Pembantu Dekan Faukltas Teknologi Informsi ITS Surabaya itu.
Dalam workshop ini peserta dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan jabatannya sebagai kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan kepala TU. Para kepala sekolah lebih banyak membahas teknik menghasilkan policy (kebijakan) yang efektif dan efisien. Sedangkan para wakil kepala sekolah lebih ditekankan pada implementasi di lapangan.
Sementara para Kepala TU dibebani tugas untuk mewujudkan sistem informasi sekolah. Dalam software sistem informasi sekolah ini, terdapat 4 fungsi administrasi yang ditangani, yakni administrasi siswa, administrasi akademik, administrasi keuangan, dan administrasi kepegawaian.
Para peserta kelihatan antusias dalam berdiskusi, sehingga waktu sehari nampaknya tidak cukup untuk menyelesaikan masalah-masalah di atas.
Dalam rapat pleno yang dihadiri seluruh peserta, tiap ketua kelompok memberikan resume hasil diskusinya sebagai rekomendasi untuk para pengambil keputusan dan pelaksana. Diantara rekomendasi tersebut adalah diusulkan pelatihan intensif untuk para Kepala TU dalam hal troubleshooting sistem informasi sekolah.
Dalam workshop itu peserta juga memperoleh beberapa CD yang terdiri dari sistem informasi sekolah, buku sekolah elektronik (SMP dan SMA), dokumen manajemen sekolah, dan paket administrasi sekolah. Diharapkan agar pelatihan untuk para manajer sekolah ini dapat dilanjutkan bulan depan dengan topik yang lebih kongkrit.
“Saya selaku panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, trainer, dan peserta yang dengan penuh semangat dan antusias ingin mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan NU,” kata Agus kepada NU Online.
Jika dibutuhkan pihaknya siap membantu pelaksanaan wokshop serupa di beberapa daerah-daerah lain. “Kita ingin tenaga NU tidak hanya terkuras untuk urusan politik,” tambah mantan Pengurus PCINU Jepang itu. (nam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
4
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
5
Data Terbaru Kecelakaan Kereta: 16 Orang Meninggal Dunia
6
Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah
Terkini
Lihat Semua