Tokoh Lintas Agama Buat Resolusi untuk Pemerintah Soal Lapindo
NU Online · Rabu, 9 Mei 2007 | 10:26 WIB
Jakarta, NU Online
Para pemuka dan tokoh lintas agama menyepakati untuk membuat draf resolusi yang ditujukan kepada pemerintah terkait penyelesaian kasus semburan Lumpur Lapindo, di Sidoarjo, Jawa Timur. Mereka meminta pemerintah agar lebih mengutamakan nasib para korbannya yang hingga kini masih belum jelas.
Demikian salah satu hasil Pertemuan Tokoh Lintas Agama yang digelar di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (9/5). Hadir dalam acara itu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi, Uskup Agung Gereja Katolik Indonesia Kardinal Julius Rijadi Darmaatmadja dan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt Andreas Anangguru Yewangoe.
Hasyim mengungkapkan kepada wartawan usai acara tersebut, para pemuka dan tokoh dari berbagai agama memprihatinkan keadaan dan nasib para korban lumpur Lapindo. Karena hingga kini, menurutnya, pemerintah lebih sibuk mengurus semburan lumpur panas dan akibat-akibat lain yang bersifat fisik.
Sementara, ratusan warga Perumahan Umum Tanggulangin Anggun Sejahtera (Perum TAS) yang menjadi korban Lumpur berbahaya tersebut kurang mendapat perhatian. “Selama ini penanganan pemerintah terhadap Lapindo tidak pro (berpihak) korban. Pemerintah hanya pro infrastruktur,” tandas Hasyim.
Oleh karenanya, tambah mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim itu, para tokoh lintas agama mendesak kepada pemerintah agar penanganan terhadap korban Lapindo lebih didahulukan. Sebab, penderitaan para korban tidak hanya karena kehilangan rumah, melainkan kehilangan mata pencaharian, termasuk lumpuhnya perekonomian Jatim. (rif)
Terpopuler
1
Logo Munas dan Konbes NU 2026, Unduh di Sini
2
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
3
Gelar Konfercab X, PCINU Australia-New Zealand Tegaskan Wajah Diaspora NU yang Inklusif dan Bermanfaat
4
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
5
Gempa M7,7 di Mindanao Filipina, BMKG: Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng
6
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
Terkini
Lihat Semua