Warta

Turki Tuntut Israel Meminta Maaf atas Perlakukan Kasar terhadap Dubes

NU Online  ·  Rabu, 13 Januari 2010 | 03:47 WIB

Ankara, NU Online
Turki menuntut permintaan maaf dari Israel, atas apa yang disebutnya perlakuan kasar terhadap duta besarnya. Hal itu memperburuk hubungan dua kekuatan regional tersebut menjelang kunjungan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak ke Turki.

"Kami meminta penjelasan dan permohonan maaf dari penguasa Israel terhadap sikap yang diperlihatkan kepada Dubes kami di Tel Aviv Ogus Celikkol dan cara-cara yang diperlihatkan Israel," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan, Selasa (12/1).<>

Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan Wakil Menlu Israel Danny Ayalon bertemu dengan Dubes Oguz Celikkoi pada Senin untuk menyampaikan protes atas penayangan drama telveisi Turki yang menggambarkan diplomat-diplomat Israel sebagai dalang jaringan penculikan anak.

Ayalon mengundang wartawan pada awal pertemuan di Jerusalem dan menunjukkan tak ada bendera Turki di atas meja. Ia juga mengatakan sengaja menghindari jabat tangan dengan dubes itu.

"Kami mengimbau Kementerian Luar Negeri Israel, yang sikap dan tingkah lakunya terhadap Dubes kami di Tel Aviv tidak sopan, agar mematuhi tata cara dipomasi yang layak," tambahnya.

Para pejabat Turki, membantah desas-desus di beberapa negara Timur Tengah bahwa Celikkol telah dipanggil pulang. Mereka mengatakan ia berada di Turki "untuk menghadiri persiapan pertemuan para duta besar," Selasa (12/1).


Turki, negara Sekuler yang memiliki banyak warga Muslim, adalah sekutu penting Israel dan pada masa lalu telah membantu membuka kontak-kontak antara negara Yahudi itu dan dunia Arab. Tetapi hubungan keduanya terganggu menyusul kecaman pedas yang dilontarkan Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan atas perang Israel di Jalur Gaza tahun lalu. (min)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang