Masyarakat harus diberi contoh mencintai lingkungan dan tata cara memperlakukan lingkungan dengan baik agar tidak merugikan generasi selanjutnya.
Pakar fiqh lingkungan, KH Thontowi Musaddad yang akrab disapa "Ajengan Bendo" saat menjadi nara sumber program "Damai Indonesiaku" di Bogor, Ahad mengatakan, lingkungan tidak bisa hanya dieksploitasi, namun harus dijaga dan dirawat agar tetap memiliki keseimbangan.<>
Ia mengatakan, pemerintah harus memberikan contoh yang baik kepada rakyat mengenai pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Dia mengaku prihatin dengan kondisi lingkungan di Indonesia.Penyebabnya lingkungan pada hampir semua daerah di Indonesia mengalami kerusakan.
"Pemerintah harus mengambil peran nyata dalam menyelamatkan lingkungan. Lingkungan harus dikelola secara adil dan berkelanjutan, agar tetap dapat dinikmati oleh anak cucu," papar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren) PBNU.
Karena itu, demi mewujudkan perbaikan revolusiner dalam pengelolaan lingkungan, Thontowi mengajak agar pemerintah melakukan "hijrah" yaitu dengan cara memerangi para perusak lingkungan serta gerakan penghijauan di penjuru nusantara.
"Tradisi yang baik dan diajarkan kepada orang banyak, akan membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat dan pahala serta keberkahannya berlipat bagi penggagasnya," ujar Thontowi.(ant/mad)
Terpopuler
1
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
2
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
3
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
4
Hukum Suami Memanggil Istri dengan Sebutan Mamah atau Ummi
5
Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT Ke-18 BRICS
6
GP Ansor Jatim Desak Pemerintah Tertibkan Sound Horeg dan Kecam Penghinaan terhadap Ulama
Terkini
Lihat Semua