Ulama Bogor, Habib Naufal, Kamis, mengemukakan, umat Islam perlu napak tilas atas perjalanan panjang kiprah dakwah dan perjuangan Rasulullah SAW. "Ajaran Islam dapat menyebar hingga berbagai penjuru dunia dan berkembang hingga sekarang berkat pengorbanan dan kegigihan Rasulullah SAW dalam berjuang," kata Habib Naufal.
Karena itu, apa yang telah ditunjukkan Rasulullah tersebut perlu dilanjutkan, dikembangkan dan diaktualisasi dalam konteks kehidupan kekinian. "Umat Islam perlu melakukan napak tilas atas perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan Islam sebagai ajaran yang membawa rahmat bagi semesta," papar Habib Fahmi.<>
Melakukan napak tilas, terang Habib Naufal, tidak mesti harus dilakukan dengan berziarah secara langsung ke Tanah Suci atau menunggangi onta sebagai kendaraan Rasulullah pada saat itu, namun dapat dilakukan di tempat dimana umat Islam tinggal.
"Napak tilas bukan dalam arti fisik, tapi lebih kepada internalisasi semangat perjuangan yang dilakukanm Rasul," tegas Habib Naufal yang juga pimpinan salah satu pesantren di Kota Bogor.
Semangat napakn tilas itulah yang mendorong Habib Naufal dan sejumlah habib maupun ulama di Bogor berpartisipasi dalam kegiatan penyambutan pergantian tahun baru Hijriyyah yang digagas oleh Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bogor.
"Puncak perjuangan Rasul terjadi saat beliau melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah. Momentum itulah yang menjadi titik balik perjuangan Rasul dan kebangkitan Islam," imbuhnya.
Habib Naufal berharap, peristiwa yang terjadi 1431 tahun silam tersebut dapat menginspirasi umat Islam di Kota Bogor dan berbagai penjuru Tanah Air, sehingga dapat mewujudkan kehidupan yang lebih baik menuju 'baldatun tayyibatun wa rabbun ghafuur' alia pengelolaan negara yang membawa berkah bagi penduduknya alias baldat. (ant)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
4
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
5
Data Terbaru Kecelakaan Kereta: 16 Orang Meninggal Dunia
6
Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah
Terkini
Lihat Semua