Wajah Islam yang Penuh Kekerasan bukan Teladan Rasulullah
NU Online · Jumat, 2 Maret 2012 | 07:22 WIB
Depok, NU Online
Figur Rasulullah Muhammad SAW yang santun dan berakhlak mulia di masa kini telah direduksi oleh umatnya sendiri, sehingga wajah Islam yang hadir ke publik adalah wajah Islam yang penuh dengan kekerasan dan tidak pernah dicontohkan oleh Nabi.
Demikian pendapat Achmad Solechan, Ketua Unit Layanan Sosial & Dakwah Forum Alumni PMII UI dalam Bedah Buku Muhammad Sang Nabi karya Karen Armstong, Kamis 1 Maret 2012 di FIB UI.
<>
Hal senada diungkapkan oleh KH Lukman Hakim, pengasuh Majalah Sufi. Menurut Kiai Lukman, Nabi Muhammad SAW tidak pernah berbicara karena dorongan nafsu seperti yang dilakukan segelintir umatnya saat ini.
“Ketika seseorang bertakbir sambil melakukan kekerasan, niscaya itu pasti karena dorongan nafsu,” tandas Kiai Lukman. Bahkan, menurutnya, sebuah kebenaran pun kalau didorong oleh hawa nafsu akan menjadi tidak benar.
Acara bedah buku ini dihadiri ratusan mahasiswa UI. Kartini Laras Makmur, Ketua Umum PMII UI mengatakan bahwa PMII UI sudah rutin menyelenggarakan acara-acara bernuansakan spiritualitas seperti zikir dan yasinan setiap malam Jum’at, pemotongan hewan qurban maupun peringatan hari besar Islam seperti Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kartini menolak anggapan bahwa PMII selama ini sudah jauh dari tradisi-tradisi keagamaan yang dijalankan oleh NU.
“Jadi, PMII UI tidak perlu kembali ke NU, karena kami selalu berada dalam naungan NU, berteduh di bawah kesejukan ajaran Islam ajaran ahlussunnah wal jamaah,” tandas Kartini.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Alfanny
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Sampaikan Terima Kasih dan Minta Maaf
3
Dijual Setan Muktamar
4
Gus Yusuf Maju sebagai Caketum PBNU, Klaim Tak Langgar AD-ART NU
5
Bakal Caketum PBNU Gus Kikin: Siapa Pun yang Terpilih Jadi Ketum, NU Harus Tetap Rukun
6
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
Terkini
Lihat Semua