Walikota Yogyakarta Sarankan Masjid Bangun Networking
NU Online · Ahad, 27 Desember 2009 | 09:51 WIB
Pengurus-pengurus Masjid di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) perlu menjaring networking (jejaring) kerjasama untuk membumikan gerakan dakwah. Para pengurus Masjid perlu menerapkan manajemen kerja yang baik dalam menjalankan program-program kerja di masjid. Sehingga Masjid-masjid dapat tumbuh sebagai pusat kegiatan umat.
Demikian dinyatakan Walikota Yogyakarta Herry Zudianto dalam Seminar dan Lokakarya bertajuk "Optimalisasi Pengelolaan Masjid, Membina Masyarakat Madani Beriman dan Bertaqwa Menuju DI Yogyakarta Serambi Madinah" di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.<>
"Kita sekarang berada di jaman globalisasi. Semua orang berusaha membangun jejaring kerjasama dan memperbaiki manajemen. Begitu juga Masjid-Masjid, Mestinya dapat melaksanakan fungsi dan perannya sebagai pusat kegitan umat,'' tutur Zudianto.
lebih lanjut Zudianto menambahkan, untuk mendakwahkan nilai-nilai keagamaan di masa yang cepat berubah saat ini memerlukan strategi khusus, diantaranya dengan membuat program-program yang bisa menarik minat anak-anak muda. Untuk menciptaan kegiatan yang menarik, dibutuhkan sebuah jalinan kerjasama melalui jejaring yang kuat, sehingga dakwah menjadi efisien dan efektif.
"Di masa global, bukan saatnya lagi masjid-masjid bekerja sendiri-sendiri, tetapi akan lebih baik masjid-masjid itu bisa bekerja dalam sebuah sistem yang terintegrasi.
Salah satu kegiatan kongkret yang bisa menarik anak-anak muda untuk beraktivitas di masjid adalah kegiatan kepanduan. Saya usulkan agar di Masjid-Masjid dibentuk kegiatan kepanduan sehingga melalui kegiatan ini selanjutnya anak-nak muda juga bisa terlibat dalam manajemen masjid,terang Zudianto. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
4
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
5
Data Terbaru Kecelakaan Kereta: 16 Orang Meninggal Dunia
6
Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah
Terkini
Lihat Semua