Wakil Presiden Boediono menyatakan rasa terima kasihnya atas atas upaya-upaya yang dilakukan Nahdlatul Ulama dalam menjaga dan mempertahankan Indonesia dari berbagai ancaman.
“NU merupakan pengawal Indonesia, terima kasih kepada NU,” katanya ketika membuka Global Peace Leadership Conference yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (16/10).<>
Pada kesempatan tersebut Boediono menjelaskan, umat manusia sekarang sedang mengalami pross perubahan yang cepat, yang bisa dikatakan sebagai revolusi tentang pemahaman atas kemajemukan dirinya.
Pada masa lalu, manusia memahami dirinya secara sempit, dengan sadar mengkotakkan dirinya pada ras, warna kulit, etnis dan lainnya serta tak segan-segan membunuh dan menyerang orang yang tak sama dengan mereka.
Kepicikan manusia ini mengalami puncaknya pada pertengahan abad 20 yang melahirkan peperangan dengan korban jutaan umat manusia. Tetapi kesadaran akan dirinya telah mendorong terjadinya upaya-upaya mengembangkan perdamaian dan persaudaraan.
“Bumi harus menjadi taman sari peradaban yang indah dan serasi,” katanya.
Pada abad 21 ini, kesadaran ini tumbuh semakin pesat serta menjadi nilai universal yang mengikat bersama, khususnya atas prinsip demokrasi dan hak asasi manusia yang meleetakkan individu pada kedudukan yang sejajar dan mulai mampu merayakan kemanusiaan ditengah keragaman.
Pendiri bangsa ini, juga telah ditempa dengan keberagaman sehingga membuat kesepakatan hidup bersama dalam damai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. (mkf)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
2
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Profil KH Nurul Huda Djazuli Ploso, Anggota Ahwa yang Fokus Belajar dan Mengajar
Terkini
Lihat Semua