Warga Gelar Doa Bersama di Lokasi Tabrakan Tugu Tani
NU Online · Sabtu, 28 Januari 2012 | 22:47 WIB
Jakarta, NU Online
Keluarga korban tabrakan Tugu Tani yang berada di Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat menggelar doa bersama di lokasi kecelakaan yang berujung sembilan nyawa melayang, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta, Sabtu (28/1) malam. Doa tersebut diakui warga sebagai usaha dalam meringankan sekaligus menghibur keluarga keempat tabrakan di wilayah Tanah Tinggi yang tertimpa musibah. Doa bersama dipimpin Ustadz Abdul Mansyur, dimulai sekitar pukul 18.30 WIB dan berakhir pukul 19.30 WIB.<>
Dalam ceramahnya, Ustadz Mansyur berpesan kepada kaum muda agar menjauhi narkotika. "Saya mengimbau pada remaja khususnya untuk tidak menggunakan narkoba. Narkoba berbahaya, bisa merusak dan menghancurkan negara ini," ujarnya.
Mansyur menyayangkan penyalahgunaan narkotika jenis sabu oleh pengendara, Afriyani Susanti (29) menyebabkan hilangnya sembilan nyawa melayang. "Gara-gara itu, di tempat ini sudah ada sembilan korban jatuh gara-gara narkoba," kata Mansyur.
Beberapa warga masih tampak tak terima dengan musibah yang menimpa 4 orang di wilayahnya. Namun, warga tetap berusaha berkepala dingin dengan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke pihak kepolisian. "Tersangka soal maaf gampang. Tapi hukum tetap berlaku. Kami serahkan saja kepada yang berwernang, polisi," ujar salah satu warga.
Sebelumnya diberitakan, sebuah mobil minibus berwarna hitam bernomor polisi B 2479 XI yang dikemudikan Afriyani Susanti serta tiga penumpang lainnya, menabrak belasan pejalan kaki dan warga di dalam Halte Tugu Tani. Akibat peristiwa tersebut, sembilan nyawa melayang termasuk seorang ibu muda yang tengah hamil tiga bulan.
Belakangan baru diketahui, sebelumnya pengemudi menggunakan narkotika jenis sabu serta mengonsumsi minuman keras. Kemudian dia beserta tiga penumpang lainnya ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan di Polda Metro Jaya.
Â
Redaktur : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
2.500 Alumni Ikuti Silatnas Iktasa di Istiqlal Jakarta, Teguhkan 3 Fungsi Utama Pesantren
2
Akademisi Soroti Gejala Pembusukan Demokrasi yang Kian Sistematis Sejak Era Jokowi ke Prabowo
3
War Haji, Jalan Pintas yang Berpotensi Sengketa
4
MBG dan Larangan Pemborosan dalam Islam
5
Ketua Umum PBNU Apresiasi Gencatan Senjata AS-Iran, Harap Berlangsung Permanen
6
PBNU Soroti Wacana War Tiket Haji, Harus Dikaji Matang, Tekankan Aspek Keadilan Jamaah
Terkini
Lihat Semua