Warga Tegal Diimbau Waspadai Daging Tak Layak Konsumsi
NU Online Ā· Sabtu, 13 September 2008 | 22:03 WIB
Warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, diimbau untuk mewaspadai keberadaan daging tak layak konsumsi. Pasalnya, di daerah tersebut, kini beredar jenis daging impor dari Selandia Baru dan Amerika Serikat, daging glonggongan serta daging busuk.
Imbauan itu dikeluarkan setelah Dinas Peternakan setempat menemukan jenis daging tak layak konsumsi dalam operasi razia di Pasar Induk Brebes, Sabtu (13/9) kemarin.<>
Razia dilakukan setelah Dinas mendapat laporan dari masyarakat bahwa di pasar itu telah terjadi transaksi pengiriman daging impor. Namun, setelah melakukan penyisiran di seluruh pedagang daging, ternyata tidak ditemukan.
āAda tiga jenis daging yang perlu disita, yakni, daging impor dari New Zealand dan Amerika Serikat, daging glonggongan dan daging busuk,ā kata Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Peternakan setempat, drh Jhoni Murahman.
Sebenarnya, lanjut Jhoni, Pemkab Brebes sudah mengeluarkan aturan melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2000 tentang Retribusi Pemotongan Hewan. āDengan perda tersebut, kami bisa mengontrol daging yang ilegal,ā tuturnya lagi.
Daging jenis yang perlu diwaspadai adalah dagung impor dari India dan Inggris yang diduga mengandung bibit penyakit. āDi Kebumen, juga ditemukan kulit (sapi) impor yang seharusnya untuk bahan sepatu kulit, ternyata dijual untuk makanan,ā pungkasnya. (was)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua