Makkah, NU Online
Naib Amirul Haj KH Hasyim Muzadi, mengatakan ajang wukuf bisa dimanfaatkan untuk introspeksi diri bagi sejumlah pejabat tinggi pusat dan daerah yang mengikuti ibadah haji tahun ini.
“Selama ini yang masih kurang adalah suri teladan dari pejabat di Tanah Air. Setelah melakukan intropeksi diri melalui wukuf, diharapkan mereka menjadi bisa menjadi teladan bagi rakyatnya,” tutur Kyai Hasyim.<>
Menurutnya, ada tanda-tanda yang dapat dilihat untuk membuktikan mabrur tidaknya haji seseorang ketika ia sudah kembali ke Tanah Air. Bila sikapnya semakin baik dan berguna bagi lingkungan, sesama, dan negaranya maka dia menjadi haji yang mabrur. Namun, bila sebaliknya, gelar haji yang disandang tak ada artinya, sekalipun sudah bolak-balik ke Makkah.
"Dengan jiwa yang bersih, lanjutnya, diharapkan jamaah haji Indonesia saat pulang ke Tanah Air bisa menjadi mabrur dan meninggalkan segala hal yang dilarang," tandasnya.
Sementara itu, Naib Amirul Haji lainnya, Abdul Mu’ti, menghimbau agar wukuf bisa menjadikan seseorang menjadi semakin beradab. Sebab, salah satu tugas seseorang yang pulang dari Tanah Suci adalah menjadi contoh bagi lingkungannya.
Untuk itu, selain melakukan pertaubatan secara nasuha ketika wukuf di Arafah, para jamaah juga harus bisa membuktikan dirinya telah berubah menjadi seorang manusia yang saleh dan salikhah ketika berada di Tanah Air.
Redaktur: Syaifullah Amin
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Hukum Senang atas Wafatnya Muslim Lain karena Perbedaan Mazhab, Bolehkah?
4
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
5
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
6
Bahas Konflik Iran, Ketum PBNU Lanjutkan Safari Diplomatik ke Dubes China
Terkini
Lihat Semua