Tata Cara Berbuka Puasa Sesuai Tuntunan Syariat
NU Online Ā· Sabtu, 23 Mei 2020 | 06:00 WIB
Menyegerakan berbuka (taājĆ®l al-fithr) bila telah yakin masuknya waktu berbuka puasa (waktu maghrib)
Ahmad Ali MD
Kolumnis
Berikut tata cara berbuka puasa sesuai tuntunan syaraā:
1. Menyegerakan berbuka (taājĆ®l al-fithr) bila telah yakin masuknya waktu berbuka puasa (waktu maghrib).
2. Berbuka terlebih dahulu sebelum shalat maghrib.
3. Sebelum berbuka puasa, terlebih dahulu diawali dengan membaca Basmalah, yakni Bismillâhir rahmânir rahîm secara lengkap atau secara singkat Bismillâh, karena merupakan perbuatan yang baik. Apabila lupa membaca Basmalah sebelum makan, maka ketika ingat membaca Bismillâhi awwalahu wa âkhirahu (Dengan Nama Allah sejak awal dan akhir makan/minum).
4. Kemudian makan kurma, disunahkan ganjil 3 (tiga) butir atau lebih (misalnya 5 butir), terutama kurma basah (ruthab), bila tidak ada kurma basah, maka dengan kurma kering (tamr).
5. Jika tidak ada kurma basah atau kurma kering, maka disunahkan berbuka dengan minum air, terutama air Zamzam sebanyak 3 (tiga) tegukan.
6. Jika tidak ada air Zamzam, maka berbuka dengan air (berasal) dari Sungai Nil. Jika tidak ada air Zamzam dan air (berasal) dari Sungai Nil, maka minum air biasa, air mineral atau air kemasan --selain Zamzam atau air bersumber dari Sungai Nil. Hal ini berdasarkan urutan keutamaan air yang dikemukakan oleh para ulama sebagaimana disebutkan dalam nazham oleh imam At-TĆ¢j As-SubkĆ®. Urutan air yang utama: pertama, air yang memancar dari jari jemari Nabi SAW; kedua, air zamzam; ketiga, air telaga Kautsar; keempat, air sungai Nil; kelima, air dari sungai-sungai lainnya.
7. Kemudian jika tidak ada air minum, disunahkan berbuka dengan sesuatu yang manis atau manisan.
8. Kemudian disunahkan membaca doa berbuka puasa (du'Ć¢' al-ifthĆ¢r), dengan mengangkat kedua belah telapak tangan ke atas, berupa doa ma'tsĆ»r (doa yang diajarkan oleh Nabi SAW), atau rangkaian doa yang disusun oleh para ulama dari doa-doa dalam hadits tersebut. Berikut ini beberapa doa dari hadits Nabi SAW yang dirangkai oleh para ulama, dalam berbagai Kitab al-Fiqh āalĆ¢ al-MadzĆ¢hib al-Arbaāah (Juz I: 464), NihĆ¢yat az-Zain (halaman 194), HĆ¢syiyat IāĆ¢nat ath-ThalibĆ®n (Juz II: 247), al-BujairamĆ® āalĆ¢ al-KhathĆ®b (Juz III: 121), dan al-Fiqh al-IslĆ¢mĆ® wa-Adillatuh (2009, Juz II: 632):
Ų§ŁŁŁŁŁ°ŁŁŁ ŁŁ ŁŁŁŁ ŲµŁŁ ŁŲŖŁŲ ŁŁŲ¹ŁŁŁŁ Ų±ŁŲ²ŁŁŁŁŁ Ų£ŁŁŁŲ·ŁŲ±ŁŲŖŁŲ ŁŁŲØŁŁŁ Ų¢Ł ŁŁŁŲŖŁŲ ŁŁŲ¹ŁŁŁŁŁŁŁ ŲŖŁŁŁŁŁŁŁŁŲŖŁŲ Ų°ŁŁŁŲØŁ Ų§ŁŲøŁŁŁ ŁŲ£ŁŲ ŁŁŲ§ŲØŁŲŖŁŁŁŁŲŖŁ Ų§ŁŁŲ¹ŁŲ±ŁŁŁŁŁŲ ŁŁŲ«ŁŲØŁŲŖŁ Ų§ŁŁŲ£ŁŲ¬ŁŲ±ŁŲ Ų„ŁŁŁ Ų“ŁŲ§Ū§Ų”Ł Ų§ŁŁŁŁ°ŁŁ ŲŖŁŲ¹ŁŲ§ŁŁŁŲ ŁŁŲ§ ŁŁŲ§Ų³ŁŲ¹Ł Ų§ŁŁŁŁŲ¶ŁŁŁŲ Ų§ŁŲŗŁŁŁŲ±Ł ŁŁŁŁŲ Ų§ŁŁŁŲŁŁ ŁŲÆŁ ŁŁŁŁŁ°ŁŁ Ų§ŁŁŲ°ŁŁŁ Ā Ų£ŁŲ¹ŁŲ§ŁŁŲ§ŁŁŁŁ (ŁŁŲÆŁŲ§ŁŁŁŁ) ŁŁŲµŁŁ ŁŲŖŁŲ ŁŁŲ±ŁŲ²ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ£ŁŁŁŲ·ŁŲ±ŁŲŖŁ.
Artinya, "Ya Allah bagiMulah aku berpuasa, atas rizki-Mulah aku berbuka, padaMulah aku beriman, kepadaMulah aku bertawakkal (berserah diri). Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan semoga tetaplah pahala --puasa, insya Allah Taala. Duhai Yang Maha Luas Anugerah-Nya, berikanlah ampunan bagiku. Segala puji bagi Allah Yang telah menolongku (memberikan petunjuk) sehingga aku berpuasa, dan yang telah memberikan rizki kepadaku sehingga aku bisa berbuka."
9. Makan dan minum secukupnya, tidak berlebih-lebihan atau bermewah-mewahan (isrĆ¢f) apalagi mengakibatkan kekenyangan, serta agar tidak menyisakan makanan dan minuman yang menimbulkan tabdzĆ®r (mubadzir). Berdasarkan Surat Al-AārĆ¢f (7): 31, dan Surat al-IsrĆ¢ā (17): 26-27.
10. Setelah selesai (tuntas) makan dan minum, kemudian membaca doa, sebagaimana tersebut dalam Kitab Shâhîh al-Bukhârî dan Riyâdh al-Shâlihîn, berikut:
Ų§ŁŁŁŲŁŁ ŁŲÆŁĀ ŁŁŁŁŁŁ°Ā ŲŁŁ ŁŲÆŁŲ§ ŁŁŲ«ŁŁŁŲ±ŁŲ§ Ų·ŁŁŁŁŲØŁŲ§ Ł ŁŲØŁŲ§Ų±ŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁŲ ŲŗŁŁŁŲ±Ł Ł ŁŁŁŁŁŁŁŁŲ ŁŁŁŁŲ§ Ł ŁŁŁŲÆŁŁŲ¹ŁŲ ŁŁŁŁŲ§ Ł ŁŲ³ŁŲŖŁŲŗŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁ Ų±ŁŲØŁŁŁŁŲ§.
Artinya, āSegala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik (murni terhindar dari riyĆ¢ā dan sumāah) nan berkah (berkembang, terus menerus tidak terputus), yang pujian itu tidak bisa mencukupi, tidak ditolak, pun tidak pula dicukupkan sepadan pada pemberian-Mu, duhai Tuhan kamiā (HR. al-BukhĆ¢rĆ® dari AbĆ» UmĆ¢mah r.a.).
Atau membaca doa yang diajarkan oleh Nabi SAW sebagaimana tersebut dalam Sunan AbĆ» DĆ¢wud dan Sunan at-TirmidzĆ® berikut:
Ų§ŁŁŁŲŁŁ ŁŲÆŁĀ ŁŁŁŁŁŁ°Ā Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁ Ų£ŁŲ·ŁŲ¹ŁŁ ŁŁŁŁŁ ŁŁ°Ų°ŁŲ§Ų ŁŁŲ±ŁŲ²ŁŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ ŲŗŁŁŁŲ±Ł ŲŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŲ©Ł.
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makan ini kepadaku, dan telah memberikannya rizki kepadaku tanpa ada daya dan kekuatan dariku.Ā
Faidah membaca doa ini disebutkan dalam Hadits Hasan riwayat AbĆ» DĆ¢wud dan al-TirmidzĆ® dari MuāĆ¢dz bin Anas r.a. dari bapaknya, bahwa orang yang membaca doa ini akan diampuni dosa-dosanya yang lampau. (āAun al-MaābĆ»d āAlĆ¢ Sunan AbĆ® DĆ¢wud (Aman: Bait al-AfkĆ¢r al-Dauliyyah, t.t., hlm. 1726).
11. Tata cara berbuka puasa dan berdoa di atas apabila berbuka puasa dengan makanan atau minuman dari hidangan sendiri (di rumah sendiri). Adapun apabila berbuka puasa di tempat orang lain, maka sebelum berbuka puasa (qablal ifthâr) terlebih dahulu membaca doa khusus yang diajarkan oleh Nabi SAW sebagaimana disebutkan dalam hadis:
Ų¹ŁŁŁ Ų£ŁŁŁŲ³Ł ŲØŁŁŁ Ł ŁŲ§ŁŁŁŁ Ų±ŁŲ¶ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŲ Ų£ŁŁŁŁ Ų±ŁŲ³ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ ļ·ŗ ŁŁŲ§ŁŁ Ų„ŁŲ°ŁŲ§ Ų£ŁŁŁŲ·ŁŲ±Ł Ų¹ŁŁŁŲÆŁ Ų£ŁŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŲŖŁ ŲÆŁŲ¹ŁŲ§ ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲØŁŁŁ Ų§ŁŁŲ„ŁŁŁŲ·ŁŲ§Ų±Ł ŁŁŲ§Ų¦ŁŁŁŲ§: " Ų£ŁŁŁŲ·ŁŲ±Ł Ų¹ŁŁŁŲÆŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŲµŁŁŲ§Ų¦ŁŁ ŁŁŁŁŁŲ ŁŁŲŖŁŁŁŲ²ŁŁŁŁŲŖŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŁ ŁŁŁŲ§Ų¦ŁŁŁŲ©ŁŲ ŁŁŲ£ŁŁŁŁŁ Ų·ŁŲ¹ŁŲ§Ł ŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŲ£ŁŲØŁŲ±ŁŲ§Ų±ŁŲ ŁŁŲŗŁŲ“ŁŁŁŲŖŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŲ±ŁŁŲŁŁ ŁŲ©Ł " (Ų±ŁŁŁŲ§ŁŁ Ų£ŁŲŁŁ ŁŲÆŁ).
Artinya: Dari Anas bin MĆ¢lik r.a., bahwa Rasulullah SAW apabila berbuka di tempat pemilik (penghuni) rumah, maka sebelum berbuka beliau mendoakan mereka, dengan membaca:
Ų£ŁŁŁŲ·ŁŲ±Ł Ų¹ŁŁŁŲÆŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŲµŁŁŲ§Ų¦ŁŁ ŁŁŁŁŁŲ ŁŁŲŖŁŁŁŲ²ŁŁŁŁŲŖŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŁ ŁŁŁŲ§Ų¦ŁŁŁŲ©ŁŲ ŁŁŲ£ŁŁŁŁŁ Ų·ŁŲ¹ŁŲ§Ł ŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŲ£ŁŲØŁŲ±ŁŲ§Ų±ŁŲ ŁŁŲŗŁŲ“ŁŁŁŲŖŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŲ±ŁŁŲŁŁ ŁŲ©Ł
Artinya, āBerbuka di tempat kalian orang-orang yang berpuasa, dan turun kepada kalian para malaikat, serta menyantap makanan kalian orang-orang yang baik, dan semoga kalian diliputi oleh rahmat Tuhan.ā (HR. Ahmad dari Anas bin MĆ¢lik r.a.)
WallĆ¢hu aālam bis shawwĆ¢b. Semoga ibadah puasa kita penuh keberkahan, kita sehat walafiyat, dan Covid-19 segera berakhir. AmĆ®n...
Ustadz Ahmad Ali MD, Penulis Keislaman, Anggota Dewan Ahli Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) dan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten.
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Lowongan Kerja Belum Ramah Difabel, Di Mana Letak Keadilannya?
Terkini
Lihat Semua