Jakarta, NU Online
Problem kesehatan jiwa menimpa hampir 10 persen anak di Indonesia pada tahun 2025-2026. Hal demikian menjadi alarm penting bagi masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mental.
Salah satu hal yang diajarkan Rasulullah saw kepada putrinya, Sayyidah Fatimah ra, untuk menjaga kesehatan mentalnya adalah melangitkan doa khusus pada pagi dan sore hari.
Baca Juga
Mengupas Aspek-aspek Kesehatan Mental
"Doa ini intinya memohon rahmat dan keterlibatan Allah swt dalam menyelesaikan masalah kita. Doa ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasai, Ibnu Sunni, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi," tulis Ustadz Alhafiz Kurniawan dalam artikel berjudul Doa untuk Kesehatan Mental yang dikutip NU Online pada Jumat (18/9/2026).
Adapun doa yang dimaksud adalah sebagai berikut.
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Yā hayyu, yā qayyūmu, bi rahmatika astaghītsu, ashlih lī sya’nī kullahū, wa lā takilnī ilā nafsī tharfata ‘aynin.
Artinya, “Wahai Zat yang maha hidup dan maha kekal abadi, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Bawakanlah kemaslahatan pada segala urusanku. Janganlah Kaubiarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap.”
Selain doa di atas, ada doa serupa dengan sedikit perbedaan redaksi yang diriwayatkan Ahmad bin Amr bin Dhahak. Menurutnya, doa ini merupakan permohonan yang paling sering dibaca Rasulullah saw pada saat menghadapi musuh di Bukit Uhud.
Berikut doa yang dimaksud.
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ ، اكْفِنِي كُلَّ شَيْءٍ وَلا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Yā hayyu, yā qayyūmu, bi rahmatika astaghītsu, ikfinī kulla syay’in, wa lā takilnī ilā nafsī tharfata ‘aynin.
Artinya, “Wahai Zat yang maha hidup dan maha kekal abadi, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Cukupilah aku dalam mengatasi segala urusan. Janganlah Kaubiarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap.”
Ustadz Alhafiz juga menulis doa lain dengan harapan yang sama. Doa ini diriwayatkan Imam Bukhari dalam Kitab Al-Adabul Mufrad. "Sebuah doa yang dibaca pada saat menghadapi kebuntuan dan masalah dan memerlukan jalan keluar," kata Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) 2022-2026 itu.
Berikut doa tersebut.
اللهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُوْ وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ
Allāhumma, rahmataka arjū, wa lā takilnī ilā nafsī tharfata ‘aynin, ashlih lī sya’nī kullahū, lā ilāha illā anta.
Artinya, “Ya Allah, kepada rahmat-Mu kuberharap. Janganlah Kaubiarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap. Bawakanlah kemaslahatan pada segala urusanku. Tiada Tuhan selain Engkau.”
"Doa ini berisi permohonan kepada Allah untuk mengulurkan “tangan” membantu masalah yang tengah dihadapi dan tidak membenani kita dengan kecemasan berlebih dan over thinking dengan tekanan batin yang tak tertanggungkan," pungkas Ustadz Alhafiz.
Terpopuler
1
Cinta kepada NU: Lutut Soekarno dan Lutut Saya di Muktamar
2
Khutbah Jumat: Kemarau Panjang, Saatnya Muhasabah dan Ikhtiar
3
Khutbah Jumat: Sibuk Bekerja, Jangan Sampai Kehilangan Waktu dengan Keluarga
4
Khutbah Jumat: Hidup Serba Cepat, Ibadah Jangan Ikut Tergesa-gesa
5
Kemarau Diprediksi Berlangsung hingga November 2026, Ini Imbauan kepada Masyarakat
6
Khutbah Jumat: Jangan Hanya Meminta Hujan, Rawat Juga Alam
Terkini
Lihat Semua