Daerah

Ansor Serukan Kewaspadaan dan Solidaritas Hadapi Banjir Susulan di Aceh Timur dan Aceh Utara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 13:00 WIB

Ansor Serukan Kewaspadaan dan Solidaritas Hadapi Banjir Susulan di Aceh Timur dan Aceh Utara

Banjir susulan di Aceh Timur. (Foto: dok Helmi Abu Bakar)

Aceh Timur, NU Online

Sejumlah desa di Kabupaten Aceh Timur kembali dilanda banjir susulan akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut. Banjir kembali merendam rumah-rumah warga, padahal sebelumnya kawasan ini telah dihantam banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.


Banjir susulan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya kawasan Keude Geurebak dan Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (8/1/2026) lalu. Air dengan arus cukup deras menerjang permukiman warga dan menggenangi rumah-rumah penduduk. Sejumlah warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga sambil menunggu kondisi air surut.


Tak hanya Aceh Timur, wilayah Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, yang sebelumnya juga tercatat sebagai salah satu titik terparah terdampak banjir, kembali mengalami genangan. Sejumlah titik pengungsian dilaporkan masih bertahan karena rumah warga belum sepenuhnya layak dihuni.


Informasi yang dihimpun NU Online, seorang warga melaporkan bahwa debit air terus meningkat sejak pagi hari. “Kembali lagi terjadi banjir, ini kondisinya hari ini tanggal 8 Januari,” ujar warga dalam sebuah rekaman video.


Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi curah hujan tinggi di wilayah Aceh, Kamis (8/1/2026). Berdasarkan informasi Potensi Presipitasi per 3 Jam periode 8-9 Januari 2026, pada pagi hingga siang hari sebagian besar wilayah Aceh berpotensi mengalami cuaca berawan hingga hujan sedang.


BMKG juga menyebut hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah daerah, antara lain Aceh Besar, Aceh Jaya, Banda Aceh, Aceh Tengah, Bener Meriah, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Kota Langsa. Kondisi ini berpotensi memperparah genangan dan meningkatkan risiko banjir susulan, khususnya di wilayah yang sebelumnya terdampak banjir bandang.


Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Aceh Timur, Zulkarnaini atau akrab disapa Cak Damar, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat solidaritas sosial di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlangsung.


“Banjir ini bukan hanya soal air yang masuk ke rumah, tetapi juga tentang rasa aman warga yang kembali terguncang. Kami mengajak semua pihak untuk tetap siaga, saling menguatkan, dan tidak panik,” ujarnya.


Ia menyebutkan, kader Ansor dan Banser di Aceh Timur telah disiagakan untuk membantu warga, terutama dalam proses evakuasi, distribusi bantuan darurat, serta pemantauan wilayah rawan banjir.


“Kami siap bergerak jika dibutuhkan. Yang terpenting, jangan ada warga yang merasa sendirian menghadapi musibah ini,” tegasnya.


Menurut Cak Damar, banjir susulan yang kembali melanda Aceh Timur dan Aceh Utara menjadi pengingat pentingnya penguatan mitigasi bencana, baik dalam kondisi darurat maupun jangka panjang.


“Kita perlu sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat. Pendataan harus rapi, bantuan harus adil, dan semua pihak harus saling berkomunikasi,” pungkasnya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada data resmi terkait jumlah rumah terdampak maupun warga yang mengungsi akibat banjir susulan. Aparat setempat masih terus melakukan pemantauan, pendataan, serta penyaluran bantuan darurat di sejumlah titik terdampak.