Daerah

Bakti kepada Orang Tua Jangan Hanya Saat Lebaran

Sabtu, 21 Juli 2018 | 00:30 WIB

Jombang, NU Online
Sejumlah kebiasaan positif dilakukan selama Ramadhan dan lebaran. Usahakan hal tersebut dipertahankan di bulan berikutnya. Baik ibadah mahdlah maupun yang berhubungan dengan lingkungan sekitar.

“Kebanyakan orang lslam merasa lega setelah ditinggal bulan Ramadhan. Padahal Nabi Muhammad SAW merasa sedih ditinggal bulan mulia ini,” kata Nyai Hj Nurul Abidah, Jumat (20/7).

Hal tersebut disampaikan penceramah asal Pasuruan ini saat memberikan tausiah di Pendopo Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan acara rutin setiap Jumat Legi yang diawali dengan istighosah berjamaah. 

Karena itu, Nyai Abidah mengajak seluruh hadirin untuk terus gemar membaca Al-Qur’an seperti yang biasa dilakukan saat Ramadhan. 

“Meski cuma sehari satu ayat. Ya kalau bisa sehari satu juz,” ungkapnya. Karena dengan membaca rutin Al-Qur’an, rahmah Allah akan datang dan musibah akan pergi, juga bisa mengangkat derajat orang yang menghapalnya, lanjutnya.

Demikian pula dengan kegiatan ghaira mahdlah khususnya yang bersentuhan dengan aktivitas sosial kemasyarakatan. “Di samping membaca Al-Qur’an, kebiasan lain yakni sedekah hingga sambang orang tua dan sebagainya juga mesti dipertahankan usai lebaran,” ungkapnya di hadapan Forum Pimpinan Daerah atau Forpimda serta pegawai di lingkungan Pemkab Jombang.

Penceramah yang kerap tampil di televisi ini lebih memberikan penekanan berbakti kepada orang tua. “Untuk datang ke orang tua jangan hanya saat lebaran,” jelasnya. Bahkan Nyai Abidah menyarankan kebiasaan sambang orang tua bisa terus dilakukan pada waktu berikutnya.

“Yang dimaksud dengan orang tua di sini tidak semata orang tua kandung,” tegasnya. Termasuk di dalamnya adalah mertua hingga para guru, lanjutnya.

Dan seluruh perangai positif dalam beribadah, berinteraksi sosial dan sejenisnya telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Karena itu, bila ingin mendapatkan gambaran terkait akhlak dalam banyak hubungan, bisa membaca buku serta kitab yang menjelaskan perangai Nabi.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan di penghujung paparannya. Nyai Abidah mengajak hadirian untuk meniru akhlak Nabi Muhammad SAW. “Karena hanya dengan itu derajat kita akan mulia di masyarakat,” pungkasnya. (Mukani/Ibnu Nawawi)


Terkait