Brebes, NU Online
Ratusan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah segera diterjunkan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Mereka memberikan pembekalan terhadap materi dalam mencegah radikalisme.
“Mencegah masuknya radikalisme di sekolah perlu dilakukan dengan memberi pemahaman kepada peserta didik baru,” terang Ketua Pimpinan Cabang IPNU Brebes, Dwi Satrio. Hal tersebut disampaikan di sela Training of Trainer (ToT) tutor MPLS di Madrasah Ibtidiyah (MI) Asy Syafi’iyah Jatibarang, Brebes, Selasa (10/7).
Selama tiga hari, lanjut Satrio, mereka diajari bagaimana menyebarkan virus cinta terhadap teman dan lingkungan sekolah. Dalam artian, siswa baru nantinya diajak bagaimana cara mencintai alam dan sesama manusia, bukan cinta birahi. “Menjadikan siswa yang ramah bukan yang marah,” jelasnya.
Satrio melihat, kondisi remaja zaman now sudah sangat mengkhawatirkan akibat terkena virus perusak bangsa dengan penyebaran hoaks, ujaran kebencian dan berbagai jenis tindakan radikal.
“Organisasi berbau radikal sudah mencekam pelajar-pelajar Indonesia. Maka pelajar NU terpanggil untuk menyelamatkan mereka dari paham radikalisme,” tandasnya.
Peserta nantinya diterjunkan di sekolah sekolah di bawah naungan LP Ma’arif NU maupun sekolah swasta dan negeri lainnya di Kabupaten Brebes.
Ketua Majelis Wakil Cabang NU Jatibarang KH Afifullah mengapresiasikan langkah ini karena kader IPNU dan IPPNU peduli dengan pelajar lain. “Diharapkan nantinya para pelajar akan tertarik dan bergabung dengan IPNU IPPNU,” katanya.
Salah seorang peserta, Ahmad Syaifullah mengaku bangga bisa mengikuti ToT. Karena mendapatkan bekal untuk menjadi trainer, guna untuk menyebarkan virus cinta di lingkungan sekolah.
“Pelajar saat ini, kurang paham terhadap organisasi-organisasi yang ada di sekolah, sehingga perlu masukan dari para senior agar tidak terjerumus ke dalam organisasi radikal,” tandasnya. (Wasdiun/Ibnu Nawawi)