Daerah

Halal Bihalal PCNU Kota Malang: Dari Saling Memaafkan Menuju Penguatan Kebersamaan dan Harmoni Kota

Sabtu, 11 April 2026 | 08:00 WIB

Halal Bihalal PCNU Kota Malang: Dari Saling Memaafkan Menuju Penguatan Kebersamaan dan Harmoni Kota

Halal bihalal PCNU Kota Malang di STAIMA Al Hikam, Jalan Cengger Ayam, Ahad (5/4/2026). (Foto: NOJ)

Malang, NU Online
Halal bihalal yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang Jawa Timur bukan sekadar tradisi pasca-Idul Fitri, tetapi menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali kebersamaan dan memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.


Kegiatan yang berlangsung di halaman kampus STAIMA Al Hikam, Jalan Cengger Ayam, Kota Malang, Ahad (5/4/2026), dihadiri sekitar 500 Nahdliyin. Mereka terdiri dari pengurus ranting NU, MWCNU se-Kota Malang, jajaran PCNU, lembaga, badan otonom (Banom), serta unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat.


Ketua pelaksana, Gus Edy Hayatullah, menegaskan bahwa halal bihalal ini memiliki makna lebih dalam daripada sekadar seremoni tahunan.


Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang untuk merajut kembali kebersamaan dan kekeluargaan Nahdliyin.


“Momentum ini kita jadikan untuk menguatkan kembali kebersamaan dalam membangun bangsa dan negara, khususnya Kota Malang,” ujarnya dikutip dari laman NU Online Jatim, Sabtu (11/4/2026).

 

Pesan serupa disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Ia mengapresiasi peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga kebersamaan dan kedamaian kota yang majemuk. Menurutnya, kontribusi NU tidak hanya terasa dalam kehidupan sosial, tetapi juga dalam menjaga harmoni dan toleransi.

 

“Semua itu adalah hasil kerja sama yang baik antara Pemkot dan PCNU Kota Malang,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Malang, KH Isroqunnajah, mengingatkan bahwa halal bihalal seharusnya tidak berhenti pada tradisi saling memaafkan. Lebih dari itu, momen ini harus menjadi titik awal untuk membangun kehidupan yang lebih damai dan penuh kebersamaan.


“Jadikan ini sebagai tonggak untuk mewujudkan Kota Malang yang aman, tenteram, penuh toleransi, dan kebersamaan yang kuat,” pesannya.


Penguatan nilai tasamuh (toleransi) juga menjadi penekanan penting dalam kegiatan ini. Di tengah keberagaman Kota Malang, sikap saling menghormati dan menjaga persaudaraan dinilai sebagai kunci utama menjaga keutuhan sosial.