Daerah HAJI 2026

Jamaah Haji Aceh Meninggal Dunia Bertambah, Kini Capai Enam Orang

NU Online  ·  Rabu, 3 Juni 2026 | 09:00 WIB

Jamaah Haji Aceh Meninggal Dunia Bertambah, Kini Capai Enam Orang

Pemakaman bagi jamaah haji yang wafat di Tanah Suci. (Foto: Petugas PPIH Embarkasi Aceh)

Banda Aceh, NU Online

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh mencatat sebanyak enam jamaah haji asal Aceh wafat di Tanah Suci selama pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M.


Ketua PPIH Embarkasi Banda Aceh, Arijal, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jamaah tersebut. Menurutnya, seluruh jamaah yang meninggal dunia telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur dan seluruh hak mereka sebagai jamaah haji tetap dipenuhi.


“Kami atas nama PPIH Embarkasi Banda Aceh menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga jamaah yang wafat di Tanah Suci. Semoga almarhum dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan,” ujar Arijal, Senin (1/6/2026).


Berdasarkan data PPIH Embarkasi Banda Aceh hingga 1 Juni 2026, enam jamaah Aceh yang wafat di Tanah Suci adalah Maimunah Yusuf Ali (72) asal Aceh Tamiang, Nurwaida Muhammad Yusuf (76) asal Kabupaten Bireuen, Siti Salmijah (83) asal Kabupaten Pidie Jaya, Aminah Ahmad (76) asal Kabupaten Pidie Jaya, Sulasry Abdul Gani (74) asal Kabupaten Bireuen, serta seorang jamaah lainnya yang dilaporkan wafat pada awal Juni 2026.


Maimunah Yusuf Ali meninggal dunia di Arafah pada 26 Mei 2026 akibat acute decompensated congestive heart failure. Pada hari yang sama, Nurwaida Muhammad Yusuf asal Samalanga, Kabupaten Bireuen, wafat akibat cardiogenic shock saat menjalani rangkaian puncak ibadah haji.


Sementara itu, Siti Salmijah (83), warga Meunasah Kayee Raya, Kabupaten Pidie Jaya, meninggal dunia pada 28 Mei 2026 di Rumah Sakit Mina Al Wadi akibat gagal jantung kongestif. Disusul Aminah Ahmad (76), juga asal Pidie Jaya, yang mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Sheefa Hospital, Makkah, pada 30 Mei 2026 setelah mengalami sesak napas dan gejala serangan jantung. Setelah wafat, jenazah almarhumah dimakamkan di pemakaman Syaraya.

 

Selanjutnya, Sulasry Abdul Gani (74), jamaah asal Kabupaten Bireuen yang tergabung dalam Kloter BTJ-05, meninggal dunia di Makkah pada 31 Mei 2026 akibat cardiogenic shock berat.

 

Menanggapi kabar duka tersebut, Wakil Ketua PWNU Aceh, Tgk. H. Iskandar Zulkarnaen, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga jamaah yang ditinggalkan.

 

“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kita semua turut berduka atas wafatnya para jamaah haji Aceh di Tanah Suci. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah mereka, mengampuni segala dosa dan kekhilafan, serta menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Iskandar.

 

Menurutnya, wafat saat menunaikan ibadah haji merupakan ketentuan Allah swt yang harus diterima dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang penuh perjuangan, sehingga setiap jamaah yang memperoleh kesempatan menjadi tamu Allah telah mendapatkan kemuliaan tersendiri.

 

Ia mengajak masyarakat Aceh untuk terus mendoakan para jamaah yang telah wafat serta mendoakan jamaah lainnya yang masih berada di Tanah Suci agar diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.


“Kita berharap seluruh jamaah haji Aceh yang masih berada di Makkah dan Madinah senantiasa dalam lindungan Allah SWT, diberikan kesehatan, kemudahan beribadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” katanya.


Iskandar juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji, terutama bagi jamaah lanjut usia yang rentan terhadap cuaca ekstrem dan kelelahan fisik.

 

“Semoga para jamaah yang telah berpulang memperoleh rahmat dan ampunan Allah swt sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan menghadapi ujian ini,” pungkasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang